Cemburu Berat, Mahasiswa Tembaki Mantan Pacar

MLATI (MERAPI)- Karena dibakar api cemburu, HN (20) seorang mahasiswa warga Sokowaten, Plumbon, Banguntapan, Bantul mengamuk di Lapangan Blunyahgede, Mlati, Sleman, Senin (22/6) lalu. Dia menembaki mantan pacarnya yang tengah dibonceng pria lain menggunakan air gun. Pelaku bahkan mengejar dan terus menembaki korban sebelum aksinya dihentikan oleh seorang anggota TNI.
Usai kejadian itu, pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Mlati dan ditahan polisi sejak Kamis (25/6).
Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto didampingi Kanit Reskrim Iptu Dwi Noor Cahyanto kepada wartawan kemarin mengatakan, akibat kejadian itu korban mengalamai luka tembakan air gun.
“Jadi pelaku ini melakukan penganiayaan dengan menggunakan pistol jenis airgun. Pelaku menembakkan ke arah mantan pacar dan teman lelakinya,” ucap Kompol Hariyanto.

Dijelaskan, peristiwa tersebut bermula saat mantan pacar pelaku yakni Febiana (18) warga Blunyahgede, Sinduadi, Mlati mendapat pesan WhatsApp dari pelaku. Saat itu pelaku mengajak ketemuan di Lapangan Blunyahgede.
Mendapat pesan itu, Febiana lantas mendatangi pelaku yang sudah menunggu di Lapangan Blunyahgede dengan dibonceng pacar barunya berinisial YS. Sedangkan satu temannya berinisial IZ mengikuti dari belakang.
Pelaku pun menunggu di Lapangan Blunyahgede. Saat melihat mantan pacarnya dibonceng pria lain, dia merasa cemburu. Pelaku yang cemburu lantas mendekati korban. Tiba-tiba dia mengeluarkan pistol dari tas slempang yang dikenakan.
“Dengan jarak sekitar 7 meter, tanpa banyak berkata-kata, pelaku langsung menembakan pistol ke arah korban dan teman lelakinya sebanyak 2 kali,” ucapnya.

Sadar jiwanya terancam, korban dan teman prianya itu lantas kabur dengan sepeda motor ke arah barat. Pelaku yang emosi kembali mengejar korban dengan kecepatan tinggi. Aksinya itu diketahui saksi seorang anggota TNI, Mardoyo (49) warga Blunyahgede yang berada di sekitar lapangan.
Saksi ikut mengejar pelaku dan berusaha menghentikan aksinya. Sesampainya di Jalan Monjali, pelaku kembali menembakan pistol ke arah korban dan hanya mengenai bodi kendaraan. Saksi Mardoyo yang ikut mengejar terus meneriaki pelaku maling. Sadar dibuntuti saksi, pelaku berhenti dan menodongkan pistol untuk menakuti saksi.
Selanjutnya pelaku kembali mengejar korban sambil menembakan pistol yang dibawa. Saksi yang merupakan anggota TNI ini kembali melakukan pengejaran. Saat jarak mendekat, saksi berhasil menendang punggung korban hingga dia tersungkur dari motor.

Pelaku yang terjatuh kemudian berhasil diamankan saksi dibantu dengan korban. Di saat yang bersamaan, anggota Polsek Mlati yang sedang patroli di sekitar lokasi, melihat peristiwa itu lantas mengamankan pelaku.
“Kita amankan pelaku dan dibawa ke Polsek Mlati beserta dengan barang bukti pistol dan gotri sebagai amunisinya,” ucapnya.
Kepada petugas, pelaku mengaku emosi karena mantan pacarnya dibonceng pria lain. “Jadi palaku ini belum terima kalau diputus pacarnya, makanya saat melihat mantan pacar dobonceng laki-laki lain merasa emosi,” kata Hariyanto.
Iptu Dwi menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku mendapatkan pistol itu membeli secara online. Pelaku membelinya dengan harga Rp 1,5 juta, pengakuanya hanya untuk jaga-jaga kalau diserang musuh.

“Pelaku memiliki senjata itu baru 2 minggu sebelum kejadian, ia membeli secara online. Motif pelaku hanya karena cemburu,” ucap Iptu Dwi.
Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 1 ayat (1) No 12 tahun 1951 tentang UU Darurat memiliki senjata api tanpa dilengkapi ijin. Pelaku terancam hukuman seumur hidup atau penjara setingi-tingginya 20 tahun kurungan. (Shn)

Read previous post:
Cegah Darah Tinggi dengan Gurami

BAHAN alami bermanfaat bagi kesehatan cara memanfaatkannya bisa saling dikombinasikan. Antara lain bisa menjadi suatu minuman,  masakan atau makanan. Ketika

Close