Kelabui Mahasiswa, Penipu Dibekuk Polisi

DEPOK (MERAPI)-Seorang pemuda berinisial RI (25) warga Ngentak, Baturetno, Banguntapan, Bantul nekat menipu temannya sendiri, seorang mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur, Nicolaus Setawan (20). Motor milik korban digelapkan pelaku dan kemudian dijual. Dia berdalih butuh uang hingga nekat melakukan aksi penipuan itu.
Akibat ulahnya, pelaku pun diringkus aparat Reskrim Polsek Depok Barat. Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadewanto didampingi Kanit Reskrim Iptu Isnaini SH kepada wartawan mengatakan, petistiwa itu bermula saat pelaku mendatangi kos korban di Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (10/6).

Saat itu pelaku bermaksud untuk meminjam sepeda motor Honda Vario Nopol AB 6821 YY milik korban. Untuk menyakinkanya, pelaku berdalih bahwa motor akan digunakan untuk menengok ibunya yang dirawat di rumah sakit.
“Jadi korban dan pelaku ini saling mengenal, karena sudah berteman lama,” beber Kompol Rachmadewanto, Rabu (24/6).
Tanpa menaruh curiga, korban lantas memberikan sepeda motor kepada pelaku. Empat hari kemudian, pelaku datang ke kos korban guna memberitahukan kalau sepeda motor yang dipinjam masih berada di rumah sakit.
Korban pun percaya dengan ucapan pelaku, dan tidak menanyakan tentang keberadaan sepeda motor. Namun korban mulai curiga, saat kembali menanyakan sepeda motor tapi pelaku selalu berbelit-belit dan selalu beralasan.

“Setelah didesak, pelaku akhirnya mengakui kalau sepeda motor tersebut telah berpindah tangan ke orang lain, karena digadai oleh pelaku Rp 2 juta,” jelasnya.
Tidak terima dengan hal itu, korban lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Depok Barat. Dari laporan itu, dengan dipimpin Iptu Isnaini, polisi lantas melakukan penyelidikan di lapangan dengan memeriksa saksi-saksi.
Setelah berhasil mengetahui identitas pelaku, petugas lantas mengamankan di Krodan, Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sabtu (20/6) siang. Pelaku selanjutnya digelandang ke Polsek Depok Barat Guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat dilakukan pengembangan, kita juga berhasil amankan barang bukti sepeda motor. Motifnya hanya karena ekonomi,” tandasnya.
Iptu Isnaini menambahkan, atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukumannya hingga 4 tahun kurungan penjara.(Shn)

Read previous post:
Hotel DIY Siap Sambut Pengunjung

Close