Wacana Kumpulkan Pemain PSS Terancam Molor

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – PT LIB baru saja merampungkan pertemuan dengan PSSI. Dari hasil pertemuan, LIB cenderung memutar kompetisi pada awal Oktober, alih-alih pada September mendatang seperti yang digaungkan dengan penuh percaya diri pekan lalu. Hasil lainnya, PT LIB dan PSSI akan mengeluarkan surat keputusan tentang kelanjutan kompetisi. Terkait juga dengan bagaimana pemain, gaji pemain, dan lain sebagainya.

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, membeberkan akan segera membuat format kompetisinya karena ada prediksi kompetisi bakal bertabrakan dengan jadwal Tim Nasional (Timnas).

“Terkait dengan formatnya, kami menyesuaikan situasi yang sekarang. Kami ada dua opsi itu. Dimulai pada pertengahan September atau awal Oktober 2020. Tapi kelihatannya lebih cenderung ke awal Oktober,” terang Sudjarno.

Informasi terbaru ini berdampak pada makin molornya jadwal latihan persiapan PSS Sleman untuk menghadapi kompetisi. Mulanya, tim pelatih PSS memprediksikan akan mengumpulkan pemain Juli bulan depan dengan asumsi liga jalan September. Butuh satu bulan bagi Dejan Antonic, pelatih kepala PSS untuk mengembalikan kondisi fisik, sentuhan bola, dan kerja sama antarpemain. Dejan mengatakan sampai kemarin memang belum merencanakan dan mengirim program mendatangkan pemain ke manajemen sebelum regulasinya benar-benar jelas.

“Situasinya sekarang baru sekadar informasi. Makanya kami menunggu keputusan final termasuk regulasi dan format. Kalau rencana kemarin memang Juli lalu saya bagi pemain ke dalam beberapa kelompok,” beber pelatih asal Serbia ini, Senin (22/6) sore.

Dejan pun minta tiap pemain tetap bekerja keras latihan mandiri sebelum memulai latihan bersama. Ia ingin para pemain tetap bersemangat melahap menu latihan meski sudah gatal ingin latihan bersama. Khusus untuk pemain muda, eks pelatih Persib Bandung ini minta mereka lebih mempersiapkan diri karena akan diberi kesempatan lantaran PSSI menerapkan aturan baru tentang pemain muda saat liga dilanjutkan.

“Saya senang sekali karena pemain U-19 bisa dapat kesempatan main. Di PSS ada berapa pemain muda punya kualitas, tapi ya mereka harus tetap kerja keras untuk mendapatkan posisi,” kata Dejan.

Manajemen pun harus berpikir ulang mengenai finansial. Pasalnya PT LIB dan PSSI yang sempat mengerucutkan venue kompetisi lanjutan ke Yogyakarta dan Magelang kini membuka peluang pada tiap klub yang berkandang di Pulau Jawa bisa mengajukan diri menjadi tuan rumah. Padahal jika jadi di Yogyakarta, manajemen minimal bisa berhemat khususnya biaya transportasi. Di lain sisi, pihak PT LIB juga masih bersikukuh melanjutkan kompetisi tanpa penonton. Sejauh ini belum ada tanggapan dari manajemen tentang rencana perubahan venue ini. (Des)

Read previous post:
Kartun Opini, Senin (22/6/2020)

Close