PULANG TRAVELING TERJANGKIT CORONA-Pasien Sembuh di DIY Tambah 7 Orang

YOGYA (MERAPI)-Kasus positif corona di Yogya bertambah satu orang pada Jumat (19/6) dari 169 sampel dengan 135 orang yang diperiksa. Di sisi lain, 7 pasien berhasil disembuhkan, sehingga secara komulatif, jumlah kasus positif Covid-19 di Yogyakarta menjadi 277 kasus, 226 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang lainnya meninggal.
“Kasus positif terbaru adalah seorang laki-laki berusia 42 tahun warga Sleman dengan riwayat perjalanan dari Timika, Papua. Keterangan dari laporan Rumah Sakit, yang bersangkutan adalah traveller (wisatawan),” ungkap juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin.

Berty menambahkan, di sisi lain dilaporkan 7 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah mendapatkan dua kali hasil megatif secara berturut-turut. Terdiri dari seorang laki-laki berusia 34 tahun warga Kota Yogyakarta, seorang laki-laki berusia 34 tahun warga Gunungkidul, dua orang laki-laki warga Sleman berusia 38 dan 39 tahun, seorang perempuan berusia 4 tahun warga Bantul dan dua orang laki-laki berusia 36 tahun warga Bantul.
Selain itu tercatat akumulasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.763 orang, 76 orang di antaranya masih dalam perawatan. Sementara jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 7.358 orang. Hasil laboratorium mencatat hasil negatif sebanyak 1.344 orang, 142 orang masih dalam proses dan 26 orang meninggal.

Sementara itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul masih melakukan tracing dan rapid test massal di area publik termasuk pasar dan swalayan untuk menekan penularan corona. Seperti diketahui, dua klaster penularan muncul di Gunungkidul. Dari hasil pemantauan, rapid test yang digelar di pasar hasilnya tidak maksimal. Seperti yang dilakukan di Pasar Wonosari dan Semanu mislanya. Dari sebanyak ratusan pedagang kedua pasar, hanya terdapat 11 orang yang bersedia dirapid test. “Kami terus mengimbau tetapi saat dilakukan rapid test mereka tidak datang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes, Jumat (19/6).

Berbeda dengan yang dilakukan rapid test sebelumnya, di Pasar Argosari terkait tracing dari klaster pedagang ikan, ada 98 orang yang dilakukan rapid test dan 5 orang saat itu dinyatakan reaktif. Meskipun mereka tidak datang saat rapid test, dr Dewi menyebut bahwa mereka itu tak menolak. Hanya saat dilakukan penjadwalan rapid test massal sebagian besar mereka tidak datang ke lokasi pemeriksaan. Sebenarnya pihaknya berharap para pedagang pasar ini bersedia untuk dilakukan pemeriksaan corona. Sebab pasar merupakan pusat kegiatan masyarakat dan pedagang banyak melakukan kontak dengan orang banyak. “Kita akan terus edukasi agar mereka punya kesadaran,” imbuhnya.

Sementara itu perkembangan penyebaran Covid-19 di Gunungkidul sampai Jumat (19/6) terdapat 1 pasien sembuh berasal dari klaster pedagang ikan. Sehingga dari total kumulatif sebanyak 50 pasien positif saat ini yang masih dalam perawatan 8 orang. Sebanyak 41 orang positif sembuh dan 1 orang meninggal akibat Covid-19. Dari hasil tracing dan rapid test untuk dua klaster pedagang ikan dan Klaster Surabaya di Semin bertambah lagi 6 orang reaktif hasil rapid test. Keenam warga tersebut sudah disarakan untuk karantina. “Untuk rapid test terhadap 11 orang di pasar Wonosari dan Semanu semua gasilnya non reaktif,” terangnya. (C-4/Pur)

Read previous post:
Rawan Simpan Uang di Jok

Close