PSS Menunggu Dua Kepastian Federasi

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Jajaran direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS), Manajemen PSS Sleman, dan tim pelatih saat ini menunggu dua kepastian besar dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Pertama adalah tentang kepastian final keberlanjutan kompetisi. Kedua, soal pemberian subsidi dari PSSI seperti yang diwacanakan di awal pembicaraan keberlanjutan liga.

Dua kepastian itu tidak hanya ditunggu PSS saja melainkan seluruh peserta Liga 1 setelah menguatnya wacana the new normal yang digaungkan pemerintah.

“Dari rapat kami sepakat bahwa perencaan akan dimulai ketika semuanya sudah jelas dari PSSI maupun pemerintah, termasuk keputusan final melanjutkan liga,” tegas Manajer PSS, Danilo Fernando, Rabu (17/6).

Adanya keputusan dari manajemen ini sekaligus mengakhiri beragam prediksi tentang latihan bersama dengan protokol yang sudah diinformasikan PSSI. Sebelumnya muncul prediksi bahwa latihan akan dimulai antara Juli dan Agustus karena liga akan bergulir mulai September. Namun, hingga kemarin, kepastian liga bergulir seperti yang direncanakan mulai tidak jelas.

Sebelumnya, pelatih kepala PSS, Dejan Antonic mau mendatangkan pemain secara bertahap dengan membagi mereka menjadi tiga kelompok saat latihan bersama.

“Artinya enggak sekarang, kami benar-benar menunggu kepastian tanggal dulu. Semuanya harus pasti biar program yang nantinya diatur tidak sia-sia,” kata Dejan.

Adapun PSSI akan melanjutkan liga di Yogyakarta lalu membuka peluang di Magelang. Kelengkapan fasilitas plus ekonomi jadi alasan dipilihnya Yogya daripada Jakarta. Ada tiga stadion yang bisa dipakai untuk liga di DIY, yaitu Stadion Maguwoharjo di Sleman, Mandala Krida di Kota Yogya, dan Sultan Agung di Bantul. Namun, belum adanya keputusan final dari PSSI belum bisa membuat tiap panpel bersiap membenahi banyak hal yang dibutuhkan sesuai panduan kesehatan dan keamanan. ]

Tri Mulyanta, Ketua Panpel PSS, mengatakan dirinya tak mau berandai-andai menjadi tuan rumah perhelatan liga meski PSSI sudah menetapkan Yogyakarta.

“Karena pada prinsipnya yang namanya Panpel menunggu instruksi bahwa akan digelar pertandingan lalu mempersiapkannya sebaik mungkin. Sampai sekarang kan belum ada kapan pastinya, kami tidak bergerak karena hubungannya juga dengan kepolisian. Kalau ada kepastian tanggal dan lain-lain tiap panpel pasti sudah bergerak terus demi mempersiapkan yang terbaik,” jelas pria yang akrab disapa Mbah Mul itu.

Sementara itu PT PSS juga menunggu subsidi sebesar Rp 800 juta. Hempri Suyatna, Direktur Operasional PSSI membeberkan ada kemungkinan renegoisasi kontrak sebelum perjanjian dengan pemain habis Desember mendatang. Renegosiasi bagi manajemen jadi salah satu solusi agar klub tak kesulitan finansial andai kompetisi dilanjutkan dengan banyak keterbatasan seperti tanpa penonton dan lain sebagainya. Pasalnya pemasukan PSS di musim ini hanya datang dari sponsor

“Harus ada protokol operasional untuk mengatur kontrak di tengah situasi sekarang. Banyak klub juga yang memintanya. Lalu, kalau liga jadi digelar subsidi atau hak komersial bisa cair. Subsidi sebelum kompetisi sangat membantu klub karena sekarang sumber pemasukan hanya dari sponsor,” keluh Hempri. (Des)

Read previous post:
MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA FSTVLST saat peluncuran album di Libstud
Sah! FSTVLST Rilis Album ke-2

TIDAK ada yang benar-benar sesuai rencana bagi FSTVLST. Begitu juga saat meluncurkan album ke-2 Senin (15/6) malam di Libstud. Ide

Close