Geng Pelajar Saling Tantang di Medsos, Tawuran Bawa Pedang

YOGYA (MERAPI)-Setelah lama mereda akibat pandemi corona, geng pelajar kembali bikin ulah. Salah satu anggota geng, RG (17) warga Sedayu Bantul harus berurusan dengan aparat Polsek Umbulharjo Yogya. Pasalnya dia kedapatan bentrok sambil membawa pedang di wilayah Jalan Batikan Umbulharjo akhir pekan lalu.
Hingga Selasa (16/6) kasus ini masih didalami polisi. Pelaku terancam dijerat Pasal 2 ayat 1 UU Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.
Kapolsek Umbulharjo Kompol A. Setyo Budiantoro kepada wartawan kemarin mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban dan temannya nongkrong di Pasar Gamping, Selasa (9/6) malam. Saat mereka nongkrong, pelaku menantang tawuran anggota geng pelajar lain melalui media sosial (medsos).

Begitu tantangan diterima, pelaku selanjutnya pulang ke Sedayu Bantul untuk mengambil sebilah pedang. Bersama temannya sesama anggota geng, dia kemudian nongkrong di warung burjo di daerah Ngabean sambil menunggu lawannya.
“Pelaku dan lawannya ini sebelumnya tantang-tantangan lewat medsos. Setelah lawannya setuju, pelaku pulang mengambil pedang dan menuju tempat yang dijanjikan untuk tawuran,” ujar Kompol Setyo.
Pelaku lantas bergerak ke Jalan Batikan. Di tempat itu, pelaku bertemu geng pelajar yang sebelumnya sudah janjian bentrok. Saat itulah pelaku diserang terlebih dulu. Dia dilempar menggunakan helm. Tidak terima dengan hal itu, pelaku mengejar sambil mengacungkan pedang.
Hal ini membuat warga di sekitar lokasi kejadian geram. Mereka kemudian membubarkan tawuran antargeng pelajar ini.
“Keributan tidak terhindarkan. Warga yang mengetahui peristiwa itu kemudian mengamankan pelaku,” katanya.

Di saat bersamaan, anggota Polsek Umbulharjo yang patroli melintas di lokasi kejadian. Tidak mau hal yang tak diinginkan terjadi, petugas lantas mengamankan pelaku berikut barang bukti pedang dan sepeda motor ke Polsek.
“Pelaku saat itu berboncengan dengan temannya, sedangkan musuhnya berenam berboncengan menggunakan sepeda motor,” tandasnya.
Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Nuri Aryanto menambahkan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Pasalnya permasalahan tersebut diduga dipicu karena permusuhan antargeng sekolah.
“Kita masih terus lakukan penyelidikan, karena permasalahan ini diduga permusuhan antargengsekolah. Pelaku juga tidak mengenal orang yang diduga sebagai lawannya,” pungkas Iptu Nuri.(Shn)

Read previous post:
4 Pasien PDP Meninggal, Positif Corona Tambah 1

Close