4 Pasien PDP Meninggal, Positif Corona Tambah 1

YOGYA (MERAPI)-Pasien positif corona di DIY bertambah satu orang pada Selasa (16/6). Di sisi lain, dua pasien dinyatakan sembuh. Sementara empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal dunia. Dengan demikian secara akumulasi, jumlah kasus positif di Yogyakarta menjadi 273 kasus, 213 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang lainnya meninggal.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, hasil penambahan positif corona setelah dilakukan uji 62 sampel dari 45 orang.
“Pasien positif adalah seorang laki-laki berusia 51 tahun warga Gunungkidul dengan riwayat perjalanan dari Surabaya,” ungkap Berty Murtiningsih. Di sisi lain laporkan dua orang dinyatakan sembuh dari Covid-19, yakni dua orang laki-laki warga Gunungkidul berusia 26 dan 28 tahun.

Selain itu, dilaporkan 4 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal. Rinciannya 3 orang di antaranya sudah diswab dan seorang lainnya belum dilakukan swab. Ketiga orang yang sudah diswab terdiri dari seorang perempuan berusia 44 tahun warga Sleman dengan RDT negatif, seorang laki-laki berusia 65 tahun warga Kota Yogyakarta dan seorang laki-laki berusia 59 tahun warga kota Yogyakarta dengan penyakit penyerta gagal ginjal.
“Seorang PDP lain berjenis kelamin laki-laki berusia 51 tahun warga Sleman penyakit penyerta asma dengan RDT negatif,” jelas Berty.
Dengan demikian dilaporkan akumulasi PDP hingga saat ini sebanyak 1.735 orang dan 85 orang masih dalam perawatan. Adapun Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 7.225 orang. Hasil laboratorium mencatat hasil negatif sebanyak 1.308 orang, 154 orang masih dalam proses laboratorium dan 27 orang lainnya meninggal.

Secara terpisah, Kepada Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty MKes juga membenarkan tambahan pasien positif berasal dari Gunungkidul. “Tambahan satu pasien positif Covid-19 ini berasal dari Kecamatan Semin, menimpa seorang laki-laki berusia 51 tahun,” jelasnya. Dia juga mengatakan jika dua pasien lain sembuh. Pasien diketahui berasal dari klaster pedagang ikan. “Terdapat tambahan 2 pasien sembuh masing-masing dari klaster pedagang ikan keduanya laki-laki berumur 26 dan 28 tahun,” ujarnya.
Dengan adanya tambahan kasus positif ini, kata dia, dinkes kembali melakukan tracing terhadap warga yang memiliki riwayat kontak pasien positif di luar klaster pedagang ikan ini. Dari penelusuran sementara diperoleh keterangan bahwa pasien positif warga Semin ini memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur tujuan Semin, Gunungkidul. Seperti penularan sebelumnya bahwa pasien tersebut dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). “Tracing sedang kami lakukan dilanjutkan rapid test bagi mereka yang memiliki riwayat kontak,” imbuhnya.

Dijelaskan, berdasarkan data penyebaran Covid-19 untuk 18 kecamatan di Gunungkidul, wilayah Gedangsari tercatat paling aman dari penyebaran virus corona dan hanya terdapat 13 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan seluruhnya dinyatakan sembuh. Tidak ada satupun warga Gedangsari yang dinyatakan reaktif. Selain itu ada 3 kecamatan dengan tingkat penyebaran Covid-19 rendah yakni Girisubo dengan jumlah ODP 1 orang, PDP 1 orang dan semua dinyatakan sembuh. Kecamatan lainnya Tepus dan Tanjungsari masing-masing ODP 4 orang dan PDP di Kecamatan Tepus 5 orang. “Empat kecamatan tersebut dalam kategori rendah dari penyebaran virus corona,” ucapnya.

Sedangkan penyebaran Covid-19 saat ini terkonsentrasi dari klaster pedagang ikan yang totalnya sudah mencapai 12 orang dengan kategori penularan Generasi 3 (G3). Dari hasil tracing terhadap warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif hampir 80 persen adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). “Bertambahnya satu kasus positif dari klaster pedagang ikan, kita akan perluas tracing untuk warga yang punya riwayat kontak,” imbuhnya.(C-4/Pur)

Read previous post:
HADAPI NEW NORMAL SIAP PATUHI PROTOKOL KESEHATAN-Pelaku Wisata: Kami Butuh Bangkit

Close