Positif Corona dari Klaster Pedagang Ikan Jadi 12 Orang

YOGYA (MERAPI)- Jumlah pasien positif Covid-19 di DIY dilaporkan bertambah 3 orang dengan jumlah sampel yang telah diperiksa sebanyak 354 sampel dari 297 orang, Senin (15/6). Sehingga total kasus positif Covid-19 di DIY sebanyak 272 kasus, 211 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang lainnya meninggal. Salah satu pasien positif merupakan pengembangan klaster pedagang ikan di Gunungkidul.
“Ketiga kasus terdiri dari perempuan usia 29 tahun warga Kota Yogyakarta dengan riwayat kontak langsung dengan pasien positif, seorang laki-laki berusia 35 tahun warga Gunungkidul dengan riwayat hasil tracing supplier ikan, dan seorang laki-laki warga Bantul berusia 35 tahun masih dalam proses penelusuran,” jelas Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin.
Dia mengatakan di sisi lain, dilaporkan seorang perempuan berusia 50 tahun warga Sleman sembuh dari Covid-19. Sedangkan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berusia 56 tahun warga Sleman dilaporkan meninggal dunia dan belum sempat diswab dan Rapid Diagnosis Test (RDT) non reaktif.

Secara umum, Berty menambahkan, dilaporkan akumulasi jumlah PDP hingga saat ini sebanyak 1.718 orang dengan 88 orang masih dalam perawatan. Adapun jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 7.199 orang. Hasil laboratorium menunjukkan hasil negatif sebanyak 1.294 orang, 152 orang masih dalam proses laboratorium, dan 24 orang dinyatakan meninggal.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty MKes juga membenarkan adanya tambahan satu pasien dari klaster pedagang ikan asal Kapanewon, Karangmojo, Gunungkidul. Dengan jumlah ini, total komulatif kasus positif dari klaster pedagang ikan sudah mencapai 12 orang. “Selama pandemi corona ini di Gunungkidul ada 3 klaster besar, yakni jamaah tablig, Indogrosir dan klaster pedagang ikan,” kata dr Dewi Irawaty MKes.

Dari ketiga klaster besar tersebut, ujar dia untuk 2 klaster Indogrosir dan Jamaah Tablig sudah tidak ada penambahan. Sedangkan penyebaran Covid-19 saat ini terkonsentrasi dari klaster pedagang ikan yang totalnya sudah mencapai 12 orang dengan kategori penularan Generasi 3 (G3). Menurutnya, dari hasil tracing terhadap warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif, hampir 80 persen adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). “Dengan bertambahnya satu kasus positif dari klaster pedagang ikan, kita akan perluas tracing untuk warga yang punya riwayat kontak,” imbuhnya.

Dijelaskan, penambahan kasus ini merupakan hasil dari swab test atas warga yang semula punya riwayat kontak dan hasil rapid testnya dinyatakan reaktif. Rapid test massal sendiri sebelumnya telah dilakukan terhadap orang-orang yang diduga melakukan kontak dengan 2 pedagang ikan yang pertama kali dinyatakan positif dari klaster ini. Sampai saat ini masih ada sejumlah warga reaktif hasil rapid test yang masih menjalani karantina dan menunggu hasil swab. Mereka itu menjalani karantina di Wisma Wanagama dan sebagian lain di rumah masing-masing dengan tetap berpedoman protokol kesehatan. “Untuk yang melakukan karantina di Wisma Wanagama tetap dalam pengawasan petugas medis,” ucapnya.(C-4/Pur)

Read previous post:
Bantu Atasi Sembelit dengan Sunkist

VARIETAS jeruk cukup beragam dan sudah banyak yang dibudidayakan. Satu di antaranya, yakni sunkist yang memiliki tampilan, aroma serta cita

Close