MASIH DALAM TANGGAP DARURAT COVID-19 – PSSI Bantul Imbau Tak Ada Pertandingan

BANTUL (HARIAN MERAPI) – Meski kompetisi sepakbola di Indonesia secara resmi belum bergulir, ternyata cukup banyak masyarakat yang menggelar pertandingan di tingkat daerah. Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bantul mengimbau agar kegiatan berupa pertandingan untuk tidak dilaksanakan terlebih dahulu.

Himbauan dari Askab PSSI Bantul tersebut mengacu pada gugus tugas penanganan covid-19 atau virus corona yang ada di Bantul, agar olahraga berkelompok diharapkan tidak dilakukan terlebih dahulu. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan gugus tugas penanganana covid-19 di Bantul terkait hal itu. Kami mendapat masukan agar kegiatan pertandingan sepakbola, baik itu berupa pertandingan persahabatan, tidak digelar,” terang Ketua Harian Askab PSSI Bantul, Susilo Marwoto saat dihubungi di Bantul, Senin (15/6).

Disebutkan Susilo, pihaknya juga telah mendapatkan masukan dari perhimpunan dokter spesialis keolahragaan. Dari saran perhimpunan dokter tersebut, olahraga berkelompok untuk saat ini lebih baik tidak dilakukan terlebih dahulu.

Dengan kondisi tersebut, Susilo menyebutkan bahwa pihaknya meminta agar anggota Askab PSSI Bantul melakukan sosialisasi jika latihan digelar secara mandiri. “Dalam hal ini, latihan digelar di rumah masing-masing secara mandiri. Untuk materi latihan diberikan secara online atau jarak jauh,” ujarnya.

Sosialisasi untuk melaksanakan latihan mandiri tersebut juga berlaku bagi klub maupun sekolah sepakbola (SSB) yang ada di Bantul. “Latihan masih diperbolehkan ya meski masih saat pandemi. Namun latihannya tetap secara mandiri di rumah masing-masing. Materinya kan bisa disampaikan pelatih melalui online,” katanya.

Dihubungi terpisah, Sekum Askab PSSI Bantul, Sapto Priyono mengungkapkan bahwa seluruh anggota PSSI Bantul diminta untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan terkait kondisi tanggap darurat pandemi covid-19 saat ini. “Hingga saat ini kan kebijakan terkait pandemi belum dicabut. Jadi, untuk para atlet anggota klub PSSI Bantul, termasuk SSB diminta latihan mandiri dulu,” ungkapnya.

Meski demikian, Sapto juga mengaku jika pihaknya cukup prihatin dengan kondisi seperti ini. “Kondisinya memang kurang baik ya bagi sepakbola kita. Terpaksa semua kegiatan terhenti. Kasihan juga kalau melihat para pelaku olahraga, khususnya di sepakbola, baik itu atlet maupun perangkat pertandingan yang selama ini hidup dari sepakbola,” akunya. (Oro)

Read previous post:
Bayi Sehat dan Cantik Dibuang di Tepi Jalan

Close