Terkait Klaster Pedagang Ikan, Pasar Kranggan Libur 3 Hari

JETIS (MERAPI)- Selama tiga hari, mulai Minggu (14/6) hingga Selasa (16/6) kegiatan jual beli di Pasar Kranggan di Kota Yogyakarta diliburkan. Pasalnya dilakukan penyemprotan disinfektan secara maksimal untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menata alur pembeli. Sterilisasi maksimal itu sebagai tindak lanjut setelah ada tracing klaster pedagang ikan yang telah menularkan kepada 11 warga di Gunungkidul.
“Semua pedagang kami berikan pengertian agar selama tiga hari ini tidak berjualan dulu, untuk sterelisasi maksimal,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono, Minggu (14/6).
Dia menyampaikan, sterilisasi maksimal di Pasar Kranggan melibatkan Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta dengan armada Pemadam Kebakaran. Selama ini sterilisasi pasar tradisional dilakukan rutin. Bahkan bisa sehari 3 kali penyemprotan oleh pedagang, payuban dan lurah pasar.

Selain menyemprot disinfektan, dia menuturkan juga menata pasar agar sesuai standar penanganan Covid-19, sehingga membutuhkan waktu lebih dari satu hari. “Begitu ada informasi hasil tracing yang positif, kami tidak mau gegabah. Pasar Kranggan harus disemprot maksimum,” ujarnya.
Secara terpisah Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut dari hasil tracing klaster pedagang pemasok ikan di Pasar Kranggan, ada 3 orang yang reaktif. Mereka terdiri dari 2 orang warga Kota Yogya yang telah tes swab dan hasilnya negatif dan 1 orang warga Sleman dengan hasil tes swab positif. “Tetapi yang positif itu statusnya bukan pedagang, tapi suplaiyer ikan. Makanya kami perkuat dulu dengan tracing di Kranggan,” imbuh Heroe.

Sedangkan Lurah Pasar Kranggan Sungkono mengatakan, suplayer ikan warga Sleman dan sopirnya dari Gunungkidul yang dinyatakan positif Covid-19 itu ke memasok ikan ke Pasar Kranggan sebelum lebaran. Sejak warga Gunungkidul positif dan pemasok ikan dari Sleman reaktif, diisolasi sehingga tidak beraktivitas lagi ke Pasar Kranggan sampai sekarang. “Rapid test kedua tracing semua pedagang ikan di Pasar Kranggan Sabtu (13/6) kemarin, hasilnya tidak ada yang reaktif,” tambah Sungkono.
Pihaknya sudah memberikan pemahaman kepada pedagang Pasar Kranggan terkait libur 3 hari karena Covid-19 adalah masalah bersama sehingga penyemprotan disinfektan seca maksimal diperlukan agar bebas dari virus itu. Selain melibatkan Dinas Kebakaran, pembersihan dan penyemprotan kemarin juga melibatkan wilayah kecamatan setempat.

Rencananya pada Senin (15/6) Pasar Kranggan disemprot disinfektan lagi tapi skala kecil dari petugas Disperindag Kota Yogyakarta. Pedagang juga diminta memakai masker dan menjaga jarak saat berdagang. Total tercatat ada sekitar 700 pedagang di Pasar Kranggan.
Sementara itu salah satu pedagang Pasar Kranggan, Novianti tidak mempermasalahkan harus libur tidak berjualan selama 3 hari agar pembersihan dengan disinfektan maksimal mencegah virus Corona. Dia mengaku awalnya khawatir dengan klaster pedagang pemasok ikan di Pasar Kranggan. Tapi bersukur akhirnya setelah dites semua pedagang ikan di pasar itu negatif.
“Kalau saya ikut saja. Cuma tiga hari demi kebaikan bersama. Tidak apa-apa biar semua bersih dari Corona. Lagian memang pasar sudah sepi sejak awal Corona. Bisa libur tiga hari itung-itung bisa nemenin anak-anak di rumah karena jarang sebagai pedagang bisa di rumah di pagi hari,” ucap Novi.(Tri)

Read previous post:
Penjual dan Pengguna Sabu di Makamhaji Ditangkap

SUKOHARJO (MERAPI) - Satu penjual dan pengguna narkoba jenis sabu ditangkap petugas Polres Sukoharjo dengan barang bukti 0,47 gram sabu.

Close