Kembalikan Kondisi Fisik PSS Butuh Satu Bulan

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Mengembalikan kondisi fisik para pemain seperti semula butuh kerja keras. Dua bulan penggawa Laskar Sembada melakukan latihan mandiri dengan program dari tim pelatih. Meski mereka menambah porsi sendiri menu latihan di rumah tidak seberat saat latihan bersama.

Situasi ini dipahami betul tim pelatih. Danang Suryadi, pelatih fisik PSS mengatakan setidaknya butuh satu bulan untuk mengembalikan kondisi oemain seperti semula agar siap menjalani liga.

“Setidaknya butuh satu bulan untuk kembali membiasakan diri sebelum tempur di liga. Jadi latihan minimal harus dilakukan satu bulan sebelum liga dimulai,” tegas Danang Suryadi, Kamis (11/6).

Prediksi Danang dibenarkan pelatih kepala Dejan Antonic. Satu bulan adalah waktu minimal untuk mengembalikan kekuatan otot untuk menaikkan kecepatan. Saat ini Dejan akan menunggu keputusan final PSSI kapan liga dilanjutkan setelah keluarnya panduan dan protokol kesehatan. Tim pelatih sendiri akan menggelar rapat virtual pekan depan membahas program latihan bersama pemain dan manajemen. Program itu dibuat dari informasi dan data perkembangan pemain selama latihan mandiri.

“Sebelum rapat virtual pekan depan tim pelatih juga sudah berkomunikasi satu sama lain membahas program ini, memang idealnya satu bulan. Apa saja menunya belum bisa diinfo. Sekarang tinggal menunggu keputusan final PSSI,” sambung Dejan.

Sementara itu manajemen melihat tim harus lebih bekerja keras saat liga dilanjutkan. Kerja keras tidak berlaku hanya untuk pemain dan pelatih saja namun juga untuk manajemen. PT Putra Sleman Sembada (PSS) juga harus lebih berusaha memperbaiki finansial agar bisa mengikuti jadwal pertandingan.

Setidaknya, ada dua alasan yang membuat manajemen harus lebih bekerja keras. Pertama, dari pertemuan PSSI dan Kementrian Pemuda dan Olahraha (Kemenpora) liga akan digelar di zona hijau. Andai digelar di luar DIY, manajemen harus mempersiapkan dana operasional seperti hotel, katering, laundry, dan lain sebagainya.

Kedua, saat ini pemasukan manajemen hanya dari sponsor. Andai liga digelar di DIY, besar kemungkinan tanpa penonton. Padahal tiket jadi salah satu pemasukan manajemen ketika menggelar pertandingan kandang. Di lain sisi manajemen dan PT juga harus membayarkan hak pemain selama kompetisi lalu memperbarui kontrak yang akan habis Desember mendatang.

Soal kontrak ini manajemen masih menunggu saran dari PSSI. “Kami memang harus bekerja keras, detailnya pernah saya sampaikan beberapa hari lalu terutama di finansial,” tegas Direktur Operasional PT PSS Hempri Suyatna. (Des)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Jumat (12/6/2020)

Close