Giliran 557 Pekerja Mal Jadi Sasaran Tes Corona

UMBULHARJO (MERAPI)- Rapid test acak juga mulai menyasar pekerja dan tenant di pusat perbelanjaan mall di Kota Yogyakarta, pada Rabu (10/6). Total ada 557 pekerja di 6 mall di Yogyakarta yang menjadi sampel rapid test acak selama dua hari ini. Enam mall yang menjadi sasaran adalah Galeria Mall, Lippo Mall, Jogjatronik, Malioboro Mall, Ramai Mall dan Gardena. Selama rapid test, mall tetap berperasional.
“Rapid test ada yang di mall hari ini (Rabu(10/6)) dan besok (Kamis(11/6) pekerja mall yang terpilih menjadi sampel dipanggil di puskesmas terdekat,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Heroe Purwadi kepada wartawan, Rabu (10/6).

Diakuinya jumlah sampel yang diambil di mal lebih banyak dibandingkan pasar. Dia menjelaskan itu karena di mal sejak awal sudah menerapakn protokol baru lebih ketat dibandingkan pasar. Untuk mendapatkan hasil memadai maka sampel lebih banyak. Sedangkan di pasar walaupun potensi dan interaksi lebih kuat dibandingkan mal, tapi awalnya protokol tidak seketat di mal. Sampel yang homogenitasnya hampir sama, maka yang diambil lebih sedikit.
“Rapid test acak ini untuk melihat seberapa jauh sebaran Covid-19 dan memastikan kasus Covid-19 yang landai di Kota Yogya. Nantinya hasil rapid test menjadi dasar rekomendasi dari UGM untuk menentukan kebijakan lebih lanjut dari Pemkot Yogya,” ucapnya.
Pemkot Yogyakarta mencatat per Selasa (9/6) pukul 16.00 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 ada 7 orang dirawat, 14 pasien dalam pengawasan dan kumulasi orang dalam pemantauan 764 orang

Sementara itu tiga pedagang pasar dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test Covid-19 secara acak kepada 250 pedagang di 10 pasar di Kota Yogyakarta yang digelar pekan lalu. Para pedagang itu telah menjalani isolasi dan melakukan swab tes. Hasilnya 2 pedagang negatif dan 1 pedagang masih menunggu hasil swab tes.
“Ada tiga pedagang yang reaktif rapid test acak pedagang pasar di Kota Yogyakarta. Sedangkan pedagang lainnya yang mengikuti tes, non reaktif,” kata Heroe Purwadi.
Pihaknya enggan menyebut lokasi pasar tempat berjualan ketiga pedagang yang reaktif rapid test itu. Pertimbangannya untuk kelancaran dan analisa rapid test acak yang dilakukan Pemkot Yogyakarta bersama ahli epidemiologi UGM. Selain itu menunggu hasil rapid test di mal dan restoran serta kafe.
“Satu pedagang reaktif penduduk Sleman diswab Pemkab Sleman dan sampai kini belum ada infonya. Sedangkan dua pedagang reaktif penduduk Kota Yogya, hasil swabnya negatif. Jadi tinggal menunggu satu swab dari Sleman,” terangnya.

Sedangkan rapid test untuk tracing pedagang ikan dari klaster pemasok ikan di Gunungkidul, dia menyatakan diperluas ke pasar lain seperti Pasar Beringharjo Timur dan Demangan. Namun hasilnya belum keluar karena sampai kemarin masih ada proses rapid test tracing klaster pedagang ikan. “Kami perluas ke pedagang ikan di pasar lain karena pengakuan pedagang ikan di Gunungkidul selain ke Kranggan juga distribusi ikan ke pasar-pasar lain di Yogya,” tambah Heroe.
Sementara itu.(Tri)

Read previous post:
Gaet Wisatawan Lagi, BP2KY Diminta Rajin Promosi

Close