Pasien Rujukan dari Jatim Tambah Kasus Positif di DIY

YOGYA (MERAPI)-Dilaporkan ada 1 kasus tambahan positif Covid-19, Rabu (10/6) di Yogyakarta, sehingga total kasus positif hingga saat ini sebanyak 250 kasus. Di sisi lain tiga orang dinyatakan sembuh sehingga total pasien sembuh menjadi 194 orang.
“Tambahan pasien positif adalah seorang laki-laki berusia 35 tahun warga Sleman. Riwayatnya merupakan PDP rujukan dari Sidoarjo,” ungkap Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin.
Berty mengatakan pasien sudah empat hari dirawat di Rumah Sakit, dirujuk dengan alasan keluarga ada di Yogyakarta. “Sekitar 4 hari lalu. Pasien RDT reaktif, dirujuk ke DIY dengan alasan rumah sakit di Sidoarjo penuh, keluarga ada di DIY,” jelasnya.
Sementara itu dilaporkan 3 orang dinyatakan sembuh dari corona, yakni seorang laki-laki berusia 38 tahun warga Bantul dan dua orang perempuan warga Sleman berusia 46 serta 65 tahun.

Selain itu, dilaporkan PDP meninggal dalam proses laboratorium dan sudah dilakukan swab adalah seorang laki-laki berusia 78 tahun warga Sleman dengan riwayat sakit paru-paru. Adapun akumulasi PDP hingga saat ini sebanyak 1.655 orang, 94 orang di antaranya masih dalam perawatan. Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 7.051 orang. Hasil laboratorium dinyatakan negatif sebanyak 1.243 orang, 162 orang masih dalam proses laboratorium dan 22 orang lainnya meninggal.
Sementara itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul terus melakukan tracing dan rapid test massal untuk mengendalikan penularan corona dari klaster pedagang ikan. Sejauh ini sudah ada 7 pasien positif klaster pedagang ikan. Rapid Diagnostic Test (RDT) massal dilakukan terhadap 96 pedagang di Pasar Argosari Wonosari dan hasilnya sebanyak 5 orang dinyatakan reaktif. “Kelima orang tersebut setelah dilakukan swab langsung dikarantina di Wisma Wanagama,” kata Kadinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawati MKes, Rabu (10/6).

Dijelaskan, tracing dan rapid test ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dari klaster pedagang ikan Kecamatan Karangmojo yang saat ini telah menyebar menjadi 7 orang dinyatakan positif. Diakuinya bahwa sejak ditemukannya klaster baru pedagang ikan, penyebaran virus corona generasi tiga tersebut dinkes langsung melakukan tracing dan RDT terhadap warga yang memiki riwayat kontak. Pada tahap awal lalu, tercatat sebanyak 311 orang dilakukan rapid test. Dari jumlah tersebut diketahui ada 5 warga dinyatakan positif dan kini dalam perawatan RSUD Wonosari. “Tracing tentu akan terus kita lakukan terhadap warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif,” imbuhnya.

Menurutnya, klaster pedagang ikan ini harus diwaspadai karena bisa memicu penularan yang lebih luas termasuk penularan yang terjadi di Pasar Argosari. Sementara data kumulatif jumlah kasus positif Covid-19 di Gunungkidul saat ini mencapai 44 kasus. Banyak dari mereka merupakan OTG yang tidak sadar mereka mengalami sakit. Dengan adanya OTG ini maka masih terbuka ruang jumlah kasus dari klaster penjual ikan itu akan bertambah. “Kita berharap masyarakat tetap memiliki komitmen dalam menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari Covid-19,” pintanya.(C-4/Pur)

Read previous post:
PILKADA 9 DESEMBER 2020: KPU Gunungkidul Butuh Anggaran APD

WONOSARI (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gununglkidul (KPU) optimis Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan berlangsung 9 Desember akhir tahun

Close