Positif Corona dari Klaster Penjual Ikan Bertambah

YOGYA (MERAPI)-Kasus positif corona di DIY dilaporkan bertambah 2 kasus pada Selasa (9/6) sehingga jumlah kasus positif Covid-19 menjadi 249 kasus. Di sisi lain, ada penambahan 6 pasien sembuh hingga total ada 191 orang dinyatakan sembuh.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, kasus positif terdiri dari seorang laki-laki usia 39 tahun warga Bantul dengan riwayat perjalanan dari Jakarta dan seorang perempuan berusia 34 tahun warga Gunungkidul dari hasil tracing kontak dengan pasien positif serta masuk klaster penjual ikan.
“Kasus laki-laki warga Bantul riwayat dari laporan Rumah Sakit hanya perjalanan dari Jakarta. Sedang dilakukan tracing Dinkes Bantul,” ungkap Berty Murtiningsih.

Selain itu, kata Berty, dilaporkan 6 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19, terdiri dari seorang laki-laki berusia 26 tahun warga Bantul, seorang laki-laki berusia 56 tahun warga Gunungkidul, seorang perempuan berusia 36 tahun warga Kota Yogyakarta, seorang laki-laki berusia 26 tahun warga Sleman dan dua orang perempuan berusia 25 tahun warga Sleman.
Dilaporkan seorang PDP meninggal dalam proses laboratorium dan sudah diswab, yakni seorang perempuan berusia 61 tahun warga Bantul dengan penyakit penyerta kanker usus. Selain itu dilaporkan jumlah PDP hingga saat ini sebanyak 1.645 orang, 89 orang lainnya masih dalam perawatan. Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 7.003 orang.
Hasil laboratorium menunjukkan negatif sampai saat ini sebanyak 1.230 orang, 166 orang masih dalam proses laboratorium dan 21 orang lainnya meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty MKes juga membenarkan seorang warga asal Gunungkidul positif corona. Dia menyebut pasien warga Kecamatan Wonosari itu diketahui positif dari hasil tracing dan memiliki riwayat kontak dengan positif 3-6 klaster Karangmojo. “Pasien ini tidak secara langsung kontak dengan 2 positif pedagang ikan, tetapi dari orang yang tertular dari kedua positif sebelumnya,” ujar dr Dewi Irawaty MKes.
Sebelum dinyatakan positif, kata dia, pasien tersebut telah menjalani proses rapid test massal bersama dengan 311 orang lainnya yang masuk jaringan klaster penjual ikan. Dari hasil rapid test itu dia termasuk 12 orang yang dinyatakan reaktif. Dengan bertambahnya pasien satu positif ini, berarti dalam pergerakan Covid-19 di Gunungkidul sudah ada 7 kasus positif dari klaster Karangmojo dan sudah mencapai generasi ketiga.
Dia menambahkan, tracing akan terus dilakukan dengan merujuk riwayat kontak para pasien positif tersebut. “Satu pasien tambahan ini sudah dijemput untuk perawatan di RSUD Wonosari,” imbuhnya.

Dengan makin bertambahnya jumlah pasien positif dari klaster baru ini, dia mengatakan pihak Dinkes melakukan kerjasama dengan pihak luar untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di Puskesmas. Saat ini, pihaknya tengah melakukan <I>on the job training <P>kepada petugas medis agar dapat melakukan pengambilan sampel swab. Harapannya nanti seluruh analis yang ada di Puskesmas mampu melakukan pengambilan swab. Sehingga masyarakat tidak perlu ke RSUD Wonosari yang tentu akan mempercepat dan memperlancar pelayanan. “Saat ini masih ada beberapa orang yang reaktif menunggu hasil swab,” ucapnya.(C-4/Pur)

Read previous post:
BLK Sleman Produksi Masker dan APD, Disalurkan ke Dinkes Sleman dan Pekalongan

SLEMAN (MERAPI) - Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sleman menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis produksi siswa peserta pelatihan

Close