311 ORANG JALANI RAPID TEST, 12 REAKTIF-Pemkab Gunungkidul Antisipasi Ledakan Penularan Klaster Pedagang Ikan

WONOSARI (MERAPI)- Pemkab Gunungkidul mengantisipasi munculnya klaster baru penyebaran virus Covid-19 menyusul terus bertambahnya pasien positif yang tertular pedagang ikan. Seperti diketahui, penyebaran ini muncul dari perjalanan seorang pedagang ikan di Gunungkidul mengambil dagangan di Semarang. Selain di Gunungkiudl, pedagang itu diketahui juga memasok ikan di Pasar Beringharjo, Kranggan dan Demangan Yogya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat dari 2 positif pada awlanya, kini menyebar menjadi 6 kasus positif. Dari keenam positif klaster pedagang ikan ini, kemudian dilakukan tracing dan rapid test sebanyak 311 warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif. “Dari sebanyak 311 warga yang kita lakukan rapid test terdapat 12 orang reaktif,” kata Kadinkes Gunungkidul dr Dewi Irawaty MKes kepada wartawan, Senin (8/6).

Dengan masih berkembangnya jumlah pasien positif dan ditindaklanjutinya dengan rapid test, dia mengatakan maka masih terbuka ruang penularan akan terjadi. Bahkan dengan adanya belasan orang yang memiliki riwayat kontak dan dinyatakan reaktif berpotensi jumlah pasien positif akan bertambah. Menurutnya saat ini yang perlu tetap dipahami masyarakat adalah pentingnya tetap mematuhi protokol kesehatan. Terutama di pusat-pusat bisnis, pasar maupun fasilitas publik lainnya. Diakuinya bahwa hingga saat ini banyak masyarakat menginginkan segera diberlakukan new normal untuk memasuki tatanan kehidupan yang baru.
Tak hanya di Gunungkidul, penelusuran atau tracing kasus pemasok ikan di pasar yang positif Covid-19 di Kota Yogya juga diperluas. Setelah Pasar Kranggan, kemarin uji cepat atau rapid tes Covid-19 juga menyasar para pedagang ikan di Pasar Beringharjo timur dan Pasar Demangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono mengatakan, setelah dilacak lagi ternyata pedagang atau pemasok ikan yang positif Covid-19 di Gununkidul itu tidak hanya ke Pasar Kranggan. Pemasok ikan itu juga berkunjung ke Pasar Beringharjo Timur dan Pasar Demangan.
“Makanya hari ini (Senin (8/6)) dilakukan rapid test untuk keperluan tracing di dua pasar yang pernah dikunjung pedagang ikan yang positif,” kata Yunianto, Senin (8/6).
Dia menyampaikan, rapid test untuk penelusuran itu hanya untuk para pedagang ikan di Pasar Beringharjo Timur dan Pasar Demangan. Namun untuk jumlah pedagang ikan yang mengikuti rapid tes penelusuran itu, pihaknya belum dapat memastikan. Rapid test bagi pedagang ikan itu dilakukan di puskemas terdekat pasar.
“Khusus beberapa pedagang ikan Pasar Beringharjo dan Demangan, yang mengikuti rapid test. Jadi aktivitas jual beli ikan di pasar-pasar itu tetap ada,” imbuhnya.

Sebelumnya tim Pemkot Yogyakarta melakukan rapid test kepada 39 orang pedagang ikan di Pasar Krangan untuk penelusuran pemasok ikan di pasar itu yang positif di Gunungkidul. Dari hasil rapid test pedagang ikan Pasar Kranggan itu ada 1 pedagang yang reaktif dan menjalani isolasi. Tapi pedagang yang reaktif itu warga Sleman sehingga tindaklanjutnya diserahkan ke kabupaten Sleman.
Atas temuan pemasok ikan di pasar yang positif itu, Disperindag Kota Yogyakarta memperketat pedagang pemasok ikan dari luar kota ke pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Semua pedagang maupun pemasok ikan dari luar kota wajib membawa surat keterangan sehat.
“Suplayer ikan harus membawa surat keterangan sehat. Karena biasanya mereka mengambil dari luar daerah seperti Semarang dan Jawa Timur. Walaupun pemasoknya orang-oranganya itu saja tapi wajib membawa surat keterangan sehat. Itu sebagai antisipasi,” jelas Yunianto.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan rapid test pedagang ikan di Pasar Beringharjo Timur dan Demangan untuk keperluan penelusuran. Oleh sebab itu akan dilakukan sebanyak dua kali. Berbeda dengan rapid test acak sebanyak 250 pedagang dari 10 pasar tradisional yang hanya dilakukan sekali.
“Kalau reaktif, isolasi dan langsung diswab. Rapid test untuk tracing dilakukan dua kali jika tes pertama nonreaktif. Kami juga akan melakukan rapid test acak ke mall dan pusat perbelanjaan. Ada enam mall di Yogyakarta dan seluruh manajemen sudah sepakat. Tapi jumlah sampelnya yang diambil sebarannya, belum. Hasil rapid test acak di pasar kami masih menunggu dari UGM,” pungkas Heroe.
Sementara itu dilaporkan 3 orang dinyatakan positif Covid-19 di DIY, Senin (8/6) sehingga jumlah kasus positif di Yogyakarta saat ini sebanyak 247 kasus. Sementara pasien sembuh bertambah 2 orang hingga total menjadi 185 orang sembuh.

Ketiga kasus positif terdiri dari seorang laki-laki berusia 46 tahun warga Bantul dengan riwayat perjalanan dari Jakarta, seorang laki-laki berusia 34 tahun warga Kota Yogyakarta yang merupakan hasil screening karyawan perusahaan swasta, dan seorang perempuan berusia 27 tahun warga Sleman yang merupakan tenaga medis.
“Perusahaan di mana dia bekerja melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit. Info dari laporan Rumah Sakit hanya hasil positif pada saat dilakukan skrining. Saat ini Dinkes Kota Yogya sedang melakukan pelacakan,” ungkap Juru bicara Pemda DIY penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, Senin (8/6).
Sementara itu, dilaporkan 2 orang dinyatakan sembuh, terdiri dari seorang laki-laki berusia 43 tahun warga Bantul dan seorang perempuan berusia 23 tahun warga Sleman. Dilaporkan dua orang laki-laki warga Sleman berusia 49 dan 51 tahun yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal.

Adapun jumlah PDP hingga saat ini sebanyak 1.626 orang, 87 orang di antaranya masih dalam perawatan. Adapun jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 6.957 orang. Hasil laboratorium menunjukkan 1.223 orang dinyatakan negatif, 156 orang masih proses dan 20 orang lainnya dinyatakan meninggal. (Tri/Pur/C-4)

Read previous post:
Makin Banyak Warga Berkerumun, Sultan:Jangan Sampai Saya Tutup Malioboro

Close