Ngaku Anggota Reserse, Napi Asimilasi Peras Warga


TEMANGGUNG (MERAPI)- Dua narapidana (napi) asimilasi yang bebas karena corona, AS (32) dan WL (38) serta seorang narapidana DN (38) ketiganya warga temanggung kembali bermasalah dengan hukum. Mereka berulah mengaku sebagai polisi dan memeras setidaknya tiga warga dengan kerugian hingga jutaan rupiah.
Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan dua napi asimilasi, AS dan WL telah ditangkap dan kembali menghuni hotel prodeo. Keduanya bergabung dengan DN, selaku dalang pemerasan, yang masih menghuni rutan kelas II B Temanggung dengan kasus penadah motor.

“Operasi AS dan WL dikendalikan DN dari balik jeruji besi. DN mendapat setoran dari hasil operasi itu. Ketiganya kenal di penjara,” kata Muhamad Ali, Jumat (5/6) petang.
Dia mengatakan AS dan WL adalah napi asimilasi yang keluar 20 Mei lalu. Keduanya terjerat kasus curanmor. Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 368 dan 378 KUHP tentang pemerasan dan penipuan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Dikemukakan, target pemerasan adalah korban Istarom, Taat Budi Prasetyo dan Tahmid, yang merupakan warga Kecamatan Kandangan. Pada tiga warga itu, tersangka mengaku sebagai anggota Reskrim Temanggung yang mendapat perintah untuk menangkap, karena masuk target operasi setelah tersangkut masalah hukum.
“Dua tersangka membawa surat perintah penangkapan berkop Garuda. Korban diancam ditembak jika tidak mau ditangkap. Namun ada alternatif lain yakni menyerahkan uang hingga Rp 6 juta agar masalah selesai,” kata dia.
Korban Istarom menyerahkan uang Rp 4 juta, Taat menyerahkan Rp 3 juta dan Rp 1,7 juta dari Rp 3,5 juta yang dijanjikan akan diserahkan. “Korban yang resah dan curiga lalu melapor pada Polsek setempat yang ditindak lanjuti dengan penangkapan,” kata dia.

Kasat Reskrim Muhammad Alfan menambahkan, sebelum keluar penjara, AS dan WL telah diperintah oleh DN untuk mengerjai sejumlah warga. Modusnya mengaku polisi, menuduh telah berbuat pelanggaran hukum dan meminta uang.
“Kami telah menyita 9 surat target operasi dengan beberapa nama termasuk nama tiga korban untuk dikerjai atau dimintai uang. Sejauh ini korban yang mengaku 3 orang,” kata dia.
Selain itu, pihaknya juga menyita satu buah buku catatan milik DN yang diberikan kepada WL. Buku itu berisi daftar nama orang yang akan dilakukan penipuan dan pemerasan. (Osy)

Read previous post:
Ikuti Lomba Inovasi New Normal,Gondomanan Usung Buku Tamu Digital

Close