Ibu Melahirkan Positif Corona, Bayi Dilaporkan Sehat

YOGYA (MERAPI)- Dilaporkan penambahan 1 orang positif Covid-19 dari 106 sampel yang diuji di 3 laboratorium di Yogyakarta pada Jumat (5/6). Sehingga total kasus positif sebanyak 238 kasus. Di sisi lain dilaporkan tidak ada tambahan laporan kesembuhan kasus positif. Sehingga jumlah kasus sembuh tetap 175 kasus.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin mengatakan, penambahan kasus positif adalah seorang perempuan berusia 29 tahun warga Kota Yogyakarta, dengan riwayat datang dari Jakarta pada 1 Juni lalu.
“Info dari Rumah sakit, yang bersangkutan datang ke Yogya karena akan melahirkan. Karena riwayat dari Jakarta, maka langsung dites PCR dan hasilnya positif. (Saat ini) sudah melahirkan,” ungkap Berty.
Berty mengungkapkan kondisi bayi saat ini sehat namun belum dilakukan uji laboratorium. Ibu dari bayi masih menjalani perawatan, sementara bayi sudah dibawa pulang.

“Kondisi bayi sehat, lahir spontan, belum diuji laboratorium,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, Irene menambahkan, saat ini belum ada penelitian dan laporan terkait penularan corona melalui Air Susu Ibu (ASI). Meski demikian potensi penularan ibu terhadap bayi tetap ada.
“Sampai saat ini belum ada penelitian atau laporan bahwa ASI bisa menularkan Covid-19,” jelasnya.
Kemungkinan penularan, dikatakan Irene, dapat melalui sentuhan tangan ibu kepada bayi atau ketika menyusui, kemudian ibu tersebut batuk atau bersin di dekat bayi.
“Penularan mungkin terjadi ketika ibu menyusui (yang terjangkit virus) menyentuh bayinya dengan tangan yang belum dicuci, juga ketika ibu menyusui batuk atau bersin di dekat bayinya,” jelasnya.
Sementara itu akumulasi jumlah Pasien Dalam Pengawasan di Yogya sebanyak 1.589 orang, 110 orang masih dalam perawatan. Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 6.917 orang. Hasil laboratorium negatif sebanyak 1.191 orang, 160 orang dinyatakan masih proses laboratorium dan 18 orang meninggal.

Di Kulonprogo, satu pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh, Jumat (5/5). Dengan demikian, saat ini Kulonprogo dalam kondisi zero kasus Covid-19.
Pasien yang sembuh merupakan Positif KP-10 warga Sentolo dari klaster Indogrosir. Pasien ini sudah dirawat di RSUD Wates sejak 9 Mei lalu.
“Puji Tuhan kasus Positif KP-10 dari Sentolo sudah sembuh dan bisa pulang. Kemungkinan malam ini (kemarin) pulangnya,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati.
Secara akumulatif, ada 10 kasus positif Covid-19 di Kulonprogo. Positif KP-10 merupakan pasien terakhir yang dinyatakan sembuh. drg Baning kemudian berharap agar tidak ada lagi kasus positif Covid-19 di Kulonprogo sehingga wilayah ini tetap menjadi zona hijau dengan zero kasus.

“Mudah-mudahan tetap zero kasus,” imbuhnya. Meski demikian, saat ini Dinkes Kulonprogo masih menunggu hasil tes swab dari lima orang reaktif rapid test massal yang menyasar pasar tradisional dan swalayan. Selain itu, Dinkes juga melakukan tes swab kepada pendatang dan pelaku perjalanan yang hasilnya reaktif saat melakukan rapid test mandiri.
“Semoga negatif,” ucapnya. (C-4/Unt)

Read previous post:
DIJADWALKAN 10 JUNI – RAT KONI Yogya Digelar Tanpa Tatap Muka

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Di tengah kondisi pandemi Covid-19 atau virus Corona, sejumlah program atau kegiatan yang sudah diagendakan oleh

Close