POLRES SLEMAN GELAR REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN DI HOTEL-Tikaman Pisau di Leher Tewaskan PSK

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Satreskrim Polres Sleman menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang pekerja seks komersial, S (37) warga Kalikajar, Wonosobo yang dilakukan teman kencannya, CR (19) warga asal luar Yogya di sebuah hotel di Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman. Pelaku menikam korban tiga kali termasuk di bagian leher karena tersinggung dengan ucapannya.
Rekonstruksi yang digelar di Polres Sleman, Jumat (5/6) ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah, didampingi Kanit Jatanras Ipda Yunanto Kukuh. Pelaku memperagakan 32 adegan.
Rekonstruksi dimulai saat korban dan pelaku bertemu di hotel. Kemudian pelaku menusuk korban menggunakan pisau kemudian kabur dari kamar nomer 619 hotel kawasan Concongcatur pada Kamis, 5 Maret 2020 pukul 02.10 WIB.
Setelah berhasil kabur, pelaku lantas pergi ke luar pulau Jawa sebelum akhirnya diringkus oleh Satreskrim Polres Sleman. Pelaku ini merupakan tamu dari korban yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).
“Motif pembunuhan ini karena pelaku merasa tersinggung atas ucapan korban. Pelaku dan korban sebelumnya belum kenal, karena melakukan transaksi melalui aplikasi online,” katanya.

Pelaku mengakui telah menganiaya korban menggunakan senjata tajam jenis pisau yang dia bawa. Akibat perbuatan pelaku, korban menderita luka tusukan pada bagian leher satu kali dan dua tusukan di bagian punggung.
“Tersangka menusuk punggung korban sebanyak dua kali. Dia panik karena korban teriak-teriak minta tolong dan untuk membuat korban diam, ditusuklah di bagian leher,” ucapnya.
Mengetahui korban bersimbah darah, pelaku kabur meninggalkan hotel melalui jendela dan turun menggunakan tangga AC. Setelah berhasil keluar dari hotel, pelaku kabur ke luar kota dengan menggunakan kendaraan umum.
“Pelaku di Yogya tidak bekerja dan juga tidak sedang menuntut ilmu. Kegiatannya cuma main,” jelasnya.

Selama rekonstruksi, menurut Deni, pelaku kooperatif dan tidak menyulitkan kegiatan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 30 tahun penjara maksimal seumur hidup.
Penasihat hukum hukum CR, Ahmad Afwan Kautsar mengatakan, tewasnya korban bukan karena faktor dari pembunuhan yang telah direncanakan. Kendati demikian, pihaknya mengakui bahwa pelaku melakukan serangkaian penganiayaan.
“Memang ada penganiayaan. Tapi tidak langsung dibunuh. Korban dianiaya dengan cara disayat di leher tapi enggak sampai tewas bahkan setelah itu korban ini sempat menarik tangan tersangka,” beber Ahmad kepada wartawan.
Dirinya sudah mengetahui sangkaan yang dijatuhkan oleh kepolisian yakni pasal pembunuhan. “Memang nanti arahnya ke sana. Kalaupun ke arah pembunuhan itu yang jelas bukan pembunuhan berencana, cuma ya karena ini belum sidang,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya S ditemukan tak bernyawa di lorong salah satu hotel di daerah Condongcatur Depok Sleman, Kamis (5/3) sekitar pukul 02.10 WIB. Korban meninggal dengan luka tusuk di tubuhnya. (Shn)

Read previous post:
Tidak Ada Potongan Anggaran Bedah Rumah

PATI (MERAPI) - Dalam pengerjaan bedah rumah, dipastikan tidak ada pemotongan anggaran. Anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 17,5 juta

Close