3 HARI BERTURUT-TURUT DIY TANPA KASUS CORONA

DANUREJAN (MERAPI)-Pemda DIY menggencarkan rapid test massal di beberapa tempat rawan kerumuman seperti pasar tradisional sebagai persiapan menuju New Normal Life. Hasil dari rapid test massal itu nantinya akan dipergunakan sebagai acuan menuju New Normal Life yang rencananya diberlakukan pada Juli mendatang.
“Kita sudah lakukan rapid test massal kemarin. Sudah ada laporan sementara dari kota ada laporan 1 (orang) reaktif dari sekian ratus yang dilakukan. Bantul tidak ada yang reaktif,” ungkap Sekda DIY, Baskara Aji kepada wartawan, Kamis (4/6) di Kompleks Kepatihan.
Aji mengatakan jumlah rapid test sudah diperbanyak. Sementara tes PCR akan diutamakan bila terjadi reaktif dan sifatnya darurat. Apabila sudah dilakukan rapid test dengan hasil negatif akan dilakukan rapid test berikutnya sehingga bila ada reaktif dapat segera dilakukan swab.
“PCR kalau reaktif sajalah karena PCR kita utamakan untuk hal-hal memang sangat darurat. Kalau sudah dirapid test negatif, ya kita tunggu rapid test berikutnya saja, tapi kalau dirapid reaktif, langung kita bawa ke swab,” jelasnya.

Sementara itu, dilaporkan tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Yogyakarta, Kamis (4/6). Di sisi lain ada 4 pasien sembuh. Sehingga total kasus positif saat ini sebanyak 237 orang, 175 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang lainnya meninggal.
Dengan ini berarti selama tiga hari terakhir, tak ada tambahan kasus positif corona di DIY. Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan ada 125 sampel yang diperiksa pada 3 laboratorium.
“Tiga laboratorium yakni BBTKLPP, FK UGM, RS Sardjito dengan 125 sampel,” ungkapnya. Sementara itu dilaporkan 4 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19, terdiri dari seorang laki-laki usia 76 tahun warga Bantul, dua orang perempuan warga Bantul berusia 23 dan 59 tahun, serta seorang perempuan berusia 43 tahun warga Sleman.

Jumlah PDP hingga saat ini sebanyak 1.580 orang, 116 orang di antaranya masih dalam perawatan. Sedang jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 6.906 orang. Hasil negatif sebanyak 1.184 orang, 159 orang lainnya dalam proses laboratorium dan 19 orang PDP meninggal.(C-4).

Read previous post:
PBVSI Sleman: Tidak Ada Turnamen Voli Tahun 2020

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sleman tidak akan mengeluarkan rekomendasi atau izin

Close