Pemasok Ikan Positif Corona, 39 Pedagang Pasar Dipantau

DANUREJAN (MERAPI)- Pemkot Yogyakarta melakukan tracing atau pelacakan kepada 39 pedagang ikan di Pasar Kranggan, Yogya. Hal itu menyusul adanya satu pedagang yang menyetori ikan di Pasar Kranggan positif corona di Gunungkidul.
Ketua Harian Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di sela pemantauan rapid test acak di Pasar Beringharjo Yogya kepada wartawan, Kamis (4/6) menyebut hasil tracing 39 pedagang hanya ada 1 pedagang ikan di Kranggan yang reaktif dan menjalani isolasi. Tapi pedagang yang reaktif itu warga Sleman sehingga tindaklanjutnya diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Sleman.
“Kami akan buat protokol di pasar lebih ketat. Selama ini kami batasi kontak antara pedagang dan pembeli. Nantinya untuk pembeli juga dibuat jalur jalan dengan pembatas tali agar tidak papasan langsung. Kami juga menggodok pengaturan pedagang berjualan bergantian. Tapi para pedagang masih ingin menerapkan jaga jarak,” jelas Heroe.

Sementara itu uji cepat atau rapid test diagnostic Covid-19 secara acak bagi pedagang pasar tradisional di Kota Yogyakarta dituntaskan sesuai jumlah sampel yang diambil, Kamis (4/6). Pemkot Yogyakarta belum mempublikasikan hasil rapid test para pedagang pasar itu karena masih akan diolah. Tapi dipastikan jika ada yang reaktif akan langsung diproses lebih lanjut.
“Meskipun sudah ada hasilnya kemarin Rabu (3/6), kami belum bisa sampaikan karena masih akan diolah tim UGM untuk dipastikan. Kami ikuti mekanisme agar hasil yang dicapai bisa maksimal sesuai metodologi,” kata Heroe Poerwadi.
Dia menyebut pada rapid test acak hari pertama Rabu (3/6) total menyasar 147 pedagang dari berbagai pasar tradisional. Sedangkan pada hari terakhir Kamis (4/6), ada 103 pedagang pasar dari Pasar Beringharjo Timur, Pasar Giwangan, Pasar Serangan dan Pasar Demangan. Total ada sekitar 250 sampel pedagang yang diambil dari 10 pasar tradisonal yang mewakili wilayah Yogya di selatan, utara, timur, barat dan tengah.
“Tapi misalnya kemarin Rabu sudah ada yang reaktif, maka langsung swab tes hari ini. Kalau hari Kamis (4/6) ini ada yang reaktif besok juga langsung diswab,” tambah Wakil Walikota Yogyakarta itu.

Menurutnya rapid test acak itu hanya satu kali tidak dua kali seperti biasanya karena untuk survei sampling. Bukan tracing atau menelusuri kasus positif. Jika ada pedagang reaktif maka pernah mendapat atau sedang terpapar sedangkan yang non reaktif. Apabila orang yang reaktif di tes swab dan positif baru akan ditracing lebih lanjut.
“Untuk rapid tes acak di mal-mal kami sudah menghubungi manajemen dan sudah sanggup. Tapi jumlah sampel yang diambil belum ditentukan. Semuanya rata-rata antuasis karena berharap Covid-19 di Yogya segera landai,” terangnya.
Salah satu pedagang Pasar Bringharjo, Sartini (36) mengatakan kegiatan rapid test acak itu membantu pedagang untuk memastikan kondisi kesehatan. Mengingat selama berjualan mereka bertemu dengan banyak pembeli. Dia mengakui awalnya sempat khawatir dengan adanya rapid test pedagang pasar akan mempengaruhi penjualan di pasar. Tapi demi kesehatan bersama pedagang dan pembeli, dia pun setuju.

“Jelas ada kehawatiran walapun sudah pakai masker, karena pembeli dari mana-mana. Ini sangat membantu untuk mengecek kesehatan. Yang penting kesehatan daripada tidak dicek, jika ternyata nanti ada yang kena dampaknya bisa lebih besar,” ucap pedagang kelapa muda itu.(Tri)

Read previous post:
Nyangkut di Atas Pohon Cemara Udang

KALA itu hari Kamis Wage malam Jum’at Kliwon. Robi, Pandu, dan Garda, bertandang ke rumah Mbah Suryo, Kakek Robi yang

Close