Bisnis Narkoba Online Marak, Polisi Amankan Ribuan Butir Pil Koplo

DEPOK (MERAPI)- Aparat Ditresnarkoba Polda DIY mengungkap praktik bisnis pil koplo dengan meringkus dua orang pengedar. Polisi menyita ribuan butir pil koplo dari tangan mereka. Kepada polisi, kedua pelaku mengaku menyasar remaja di DIY sebagai pasar potensial. Bisnisnya pun dilakukan secara online agar tak tercium polisi.
Diresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto kepada wartawan Kamis (4/6) mengatakan, dua pengedar yang dibekuk yakni AA (22) warga Ambarketawang, Gamping, Sleman dan S (42) warga Mlati, Sleman.
“Dari penangkapan tersangka AA, petugas menyita barang bukti berupa 2.000 butir psikotropika. Tersangka beserta barang bukti selanjutnya digelandang ke Mapolda DIY guna dilakukan pemeriksaan,” ujar Kombes Pol Ary. Dia menjelaskan, tersangka AA ditangkap setelah enam kali mengedarkan pil psikotropika secara online.

“Kita masih kembangkan kasus ini, termasuk mengejar bandar yang menjadi pemasok barang haram tersebut,” ujar Kombes Ary.
Diungkapkan Kombes Ary, kepada polisi tersangka AA mengaku sudah enam kali mengedarkan psikotropika dan berhasil mendapat keuntungan Rp 9 juta. Selain dijual, pil itu juga dikonsumsi sendiri oleh tersangka AA.
Menurutnya, terungkapnya kasus itu berawal dari maraknya bisnis pil koplo yang dilakukan secara online di Yogya. Polisi kemudian membentuk tim khsus untuk menyelidiki pengedarnya. Setelah melakukan patroli online dan memancing sejumlah pengedar, akhirnya dua orang masuk jebakan polisi, yakni AA dan S. Akhir pekan lalu, polisi menangkap AA di rumahnya.

“Tersangka mengaku memesan psikotropika secara online sedangkan uang pembelian dilakukan transfer,” ujar Ary. Dalam menjalankan bisnisnya, pelaku tak bertemu dengan bandar. Setelah barang dipesan, oleh bandar barang dikirim menggunakan jasa ekspedisi dan diantarkan ke rumah tersangka.
“Setelah barang datang dari pengedar, pelaku langsung kita grebek sebelum barang diedarkan,” ucapnya.
Usai menyergap AA, petugas kemudian menuju rumah tersangka S di Mlati Sleman. Pelaku pun tak berkutik saat digrebek di rumahnya. Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti ratusan pil koplo dari tangan S.

Tersangka S mengaku sudah empat tahun melakukan bisnis jual beli pil koplo. Menurutnya, dia mendapatkan barang itu dengan cara membeli pada seseorang di sekitar pasar Sleman. Setiap 1.000 butir pil dibeli dengan harga 1,5 juta.
“Oleh tersangka S, pil dikemas menjadi paket kecil berisi 100 butir kemudian di jual Rp 190 ribu,” ujar Ary. Sama seperti AA, tersangka S juga mengedarkannya secara online. Sasaran mereka adalah para remaja. Sebab dengan paket hemat dan harga murah, banyak remaja yang berpotensi jadi pelanggan. “Sasaran penjualannya merupakan remaja di DIY,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
PEMBELAJARAN DI SEKOLAH NORMAL BARU: Bantul Tunggu Kebijakan Provinsi

BANTUL (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Bantul masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat maupun provinsi, terkait sistem pembelajaran atau kegiatan belajar

Close