Ibu Muda Ajak Anak Nyuri Handphone di Warung

NGAGLIK (MERAPI)- Dengan alasan karena terdesak kebutuhan ekonomi, seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial RW (35) warga Sukoharjo, Ngaglik, Sleman nekat mencuri sejumlah uang dan dan handphone di warung sayur di daerah Ngaglik Sleman. Bahkan saat melakukan pencurian, pelaku mengajak anaknya yang masih bocah. Dia berhasil dibekuk polisi setelah aksinya terekam kamera CCTV.
Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adi Hari Sulistia melalui Kanit Reskrim Iptu Budi Karyanto SH kepada wartawan Rabu (3/6) mengatakan, pencurian itu terjadi akhir pekan lalu sekira pukul 14.45. Modus pelaku yakni pura-pura belanja di warung tersebut.

“Modus pelaku yakni berpura-pura belanja, saat korban lengah pelaku langsung mengambil uang dan handphone,” beber Iptu Budi Karyanto.
Diungkapkan, pencurian itu bermula saat pelaku bersama anaknya datang ke warung dengan mengendarai sepeda motor Honda Nopol AB 6045 UX. Pada saat kejadian, di warung tersebut banyak orang yang tengah belanja.
Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh pelaku untuk melancarkan aksi kejahatannya. Saat kasir tengah sibuk melayani para pembeli, pelaku lantas memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil uang di meja kasir dan handphone.

Usai mendapatkan barang yang diinginkan, pelaku dan anaknya langsung meninggalkan lokasi kejadian. Aksi pencurian itu baru diketahui saat kasir toko bernama Umi Latifah hendak menggunakan handphone di atas meja namun telah raib.
“Kasir toko berusaha mencari handphone yang ditaruh di belakang meja, tetapi sudah tidak ada,” katanya.
Curiga dengan hal tersebut, saksi lantas mencoba mengecek kamera CCTV yang berada di dalam toko sayur. Hasilnya, terlihat seorang ibu dan anak terekam sedang mengambil uang dan handphone di meja kasir toko.
Berbekal bukti-bukti itu, saksi lantas melaporkan ke Polsek Ngaglik Sleman. Mendapat laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan, dengan dipimpin Iptu Budi Karyanto. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil diamankan di rumahnya.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti uang Rp 140 ribu, handphone, sepeda motor dan pakaian pelaku. Barang bukti dan pelaku lantas digelandang ke Polsek Ngaglik guna menjalani pemeriksaan.
“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui nekat mencuri karena spontan. Alasanya pelaku terdesak kebutuhan ekonomi,” tambah Iptu Budi.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. (Shn)

Read previous post:
2 ASN Solo Positif Corona Asal Karanganyar

KARANGANYAR (MERAPI) - Dari lima ASN Pemkot Solo positif Corona, dua diantaranya berasal dari Kabupaten Karanganyar. Keduanya terindikasi orang tanpa

Close