PROGRAM BIDANG ORGANISASI KONI DIY – Buku Regulasi Porda Segera Dipublikasikan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Sebagai pedoman dalam menjalankan dinamika organisasi, termasuk regulasi pada keikutsertaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY, maka KONI DIY melalui bidang organisasi segera mempublikasikan tiga buku melalui sistem dalam jaringan (daring) atau virtual. Tiga buku yang akan dirilis KONI DIY pada bulan Juni ini, meliputi aturan Porda DIY, mutasi atlet hingga panduan dalam berorganisasi sesuai AD/ART KONI.

“Kami sudah menyelesaikan penyusunan buku terkait regulasi Porda, mutasi atlet hingga panduan organisasi sesuai AD/ART KONI. Dalam waktu dekat ini kami segera sosialisasikan secara virtual kepada para anggota,” tutur Kabid Pembinaan Organisasi KONI DIY, Nolik Maryono di Yogya, Rabu (3/6).

Disebutkan Nolik, terdapat beberapa tahapan bagi pihaknya untuk melakukan sosialisasi buku tersebut kepada anggota KONI DIY. “Untuk tahap pertama mungkin kami sosialisasikan terkait aturan Porda dan mutasi atlet. Rencananya tanggal 10 Juni. Sedangkan untuk panduan organisasi KONI mungkin dilaksanakan setelah itu, sekitar akhir Juni,” ujarnya.

Sosialisasi terkait buku yang diluncukan KONI DIY, Noli menjelaskan, juga tidak dilakukan secara bersama-sama semua anggota. “Mungkin kami sosialisasikan pada KONI kabupaten dan kota dulu, baru kemudian pengda cabor. Namun itu juga melihat kapasitas aplikasi pertemuan secara virtual, berapa kuota maksimalnya,” jelasnya.

Melalui buku aturan Porda DIY dan mutasi atlet, Nolik berharap agar para peserta, baik itu kontingen yang meliputi pengurus, pelatih hingga atlet, benar-benar bisa memahami apa yang sudah menjadi ketentuan.

“Dengan demikian ketika akan mengikuti Porda, sudah ada ketentuan yang harus diikuti. Harapannya ya tentu jangan lagi ada protes-protes, bahkan kasus yang sampai ke persidangan seperti yang sebelumnya,” katanya.

Selain itu, Nolik menambahkan bahwa dengan adanya buku panduan dalam berorganisasi, diharapkan pengda cabor bisa melakukan koordinasi di internal pengurus agar segera melakukan persiapan jika masa kepengurusan akan berakhir.

“Beberapa pengda cabor masih sering mengesampingkan masalah ini. Padahal ini hal yang penting dalam organisasi. Seperti misalnya kalau kepengurusan akan berakhir, ya segera dilakukan persiapan tahapan-tahapan sebelum musyawarah daerah untuk pergantian kepengurusan. Nah, di buku ini nanti dijelaskan apa saja yang dibutuhkan dan yang harus dilakukan nantinya,” imbuhnya. (Oro)

Read previous post:
WARGA GAMPING HEBOH-Sartin Tewas Terduduk di Dalam Gubuk

Close