Penggemar Bonsai Semangat Berdonasi

Yun Yun bersama bonsai koleksinya yang diikutkan dalam Parade Foto Bonsai. (HARIAN MERAPI-ISTIMEWA)

RUMAH Bonsai Indonesia (Rubi) memiliki cara tersendiri dalam menggalang dana untuk didonasikan kepada warga terdampak virus corona. Satu di antaranya dengan menggelar Parade Foto Bonsai yang dikirim ke panitia secara online. Biaya pendaftaran Rp 50.000 per foto, dan semua biaya pendaftaran akan didonasikan kepada warga terdampak corona.

Penggemar bonsai dari berbagai daerah pun antusias mengikuti Parade Foto Bonsai tersebut. Salah satunya Endaryani atau akrab disapa Yun Yun asal Sidoluhur Godean Sleman. Ia merasa ada kebahagian tersendiri, ketika bisa berpartisipasi di bidang bonsai seperti itu sekaligus berdonasi untuk kemanusian atau bagian dari tolong-menolong terhadap sesama.

“Suami saya juga ikut mendukung untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Foto yang saya kirim, yaitu saya bersama bonsai jenis tanaman sinensis. Bonsai ini salah satu koleksi bonsai kebanggaan kami yang sudah mendapat semacam raport dari Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia,” jelas Yun Yun kepada Harian Merapi, baru-baru ini.

Selain dari biaya pendaftaran, jelas Yun Yun, banyak juga peserta yang semangat memberikan donasi semampunya untuk diserahkan ke panitia. Bahkan direncanakan juga sebagian donasi yang terkumpul bisa untuk membeli alat pelindung diri (APD) untuk dibantukan ke tenaga medis di rumah sakit. Sebagian lagi dibantukan untuk warga, misalnya yang sedang dirumahkan, terkena PHK dan tak ada penghasilan sejak ada virus corona.

Adapun pengiriman parade foto bonsai, sebutnya, sudah ditutup 20 Mei 2020 lalu. Kegiatan ini termasuk kenangan tersendiri di bidang bonsai selama ada pandemi virus corona. Diharapkan pula corona segera berakhir, lalu bisa rutin lagi diselenggarakan kontes, pameran dan bazaar bonsai di berbagai daerah. Ia pun biasa aktif mengikuti kegiatan tersebut.

“Hobi saya di bidang bonsai dan aneka tanaman hias banyak dibimbing oleh Pak Gandung Paryono pemilik Melati Aji Gardening di Medari Cilik Caturharjo Sleman. Bahkan pernah ada kelas belajar bonsai di tempat tinggal kami yang dibimbing langsung oleh Pak Gandung,” papar Yun Yun.

Ditambahkan, koleksi bonsai miliknya menerapkan gaya dasar bonsai Jepang yang terdiri dari lima macam, yaitu ada gaya tegak lurus (chokkan), tegak berliku (tachiki), miring (shakan), setengah menggantung (hangkengai) dan menggantung (kengai). Adapun campuran media tanamnya cukup menggunakan sekam padi mentah dan pasir malang. Pemupukan rutinnya menggunakan jenis pupuk slow release. (Yan)

Read previous post:
Cek Kesehatan Gratis Bagi Ustadz

TAK semua penyakit datang dengan gejala jelas, bahkan seringkali ditemukan tak sengaja saat pemeriksaan atau cek kesehatan. Alasan tersebut menjadikan

Close