PASI DIY GELAR RAPAT VIRTUAL – Meski Pandemi, Latihan Tak Boleh Berhenti

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Meski di tengah pandemi covid-19 atau virus corona, kegiatan olahraga diharapkan berjalan tersebut. Hal tersebut juga dilakukan oleh pengurus daerah (Pengda) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY, yang menggelar rapat koordinasi secara virtual pada Senin (1/6) lalu.

Melalui rapat tersebut, Ketua Umum PASI DIY, Teguh Raharjo berharap agar terus dilakukan koordinasi antara pengurus dan anggota. Dengan demikian, program-program yang sudah dijalankan pengurus maupun anggota, termasuk pengkot/pengkot bisa berjalan dan terpantau.

“Dalam prinsip olahraga, guna meraih prestasi maksimal maka perlu proses latihan dan pembinaan yang tidak boleh berhenti. Meski saat ini DIY masih dalam tanggap darurat covid-19, namun diharapkan pembinaan tetap berhalan terus. Makanya kami melakukan rapat virtual, tujuannya juga untuk memantau program yang dijalankan,” katanya di Yogya, kemarin.

Ditambahkan Teguh, dari rapat bersama jajaran pengurus maupun anggotanya tersebut, pihaknya mendapatkan banyak masukan dan laporan terkait perkembangan pembinaan atletik di masing-masing daerah. Melalui rapat tersebut pihaknya juga bisa menyampaikan motivasi kepada para pengurus dan atlet untuk terus berlatih.

“Latihan yang berkelanjutan di dalam olahraga itu sangat penting. Misalnya di nomor lari ya, untuk mengejar catatan waktu lebih baik 1 detik saja perlu dilakukan latihan berbulan-bulan. Sekali atlet itu berhenti latihan, untuk mengembalikan kemampuannya seperti awal perlu waktu yang lama. Maka dari itu, kami terus memotivasi atlet dan pelatih agar tetap berlatih meski secara mandiri di tengah masa pandemi seperti ini,” imbuhnya.

Apa yang dilakukan PASI DIY tersebut sesuai dengan arahan yang disampaikan KONI DIY terkait program yang harus tetap berjalan meski di tengah pandemi. Dalam arahannya, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto menyampaikan bahwa program yang sudah disusun oleh pengda cabor maupun anggota lainnya diharapkan tetap berjalan.

Meski melalui kegiatan dalam bentuk virtual, diharapkan proses pembinaan olahraga tetap berjalan dan tidak berhenti sepenuhnya. Jika kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan berhenti, maka akan merugikan program yang telah dilakukan sebelumnya. (Oro)

Read previous post:
741 Calon Siswa Diusulkan Masuk Jalur Bibit Unggul

Close