Penuhi Syarat New Normal Life, Pemda DIY Tak Ingin Gegabah

YOGYA (MERAPI)- Dilaporkan tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Yogyakarta pada Selasa (2/6) sehingga jumlah kasus Covid-19 tetap sebanyak 237 kasus, 169 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang lainnya meninggal. Melihat indeks penularan corona selama dua pekan terakhir yang cenderung landai, wilayah DIY pun diklaim sudah memenuhi syarat diterapkan New Normal Life.
Sekda DIY, Baskara Aji mengatakan kemampuan penularan Covid-19 yang diukur dari Reproduction Number (RO) di Yogyakarta pada dua minggu terakhir di bawah satu. RO dengan huruf R melambangkan angka reproduksi virus alias jumlah rata-rata orang bisa menularkan penyakit ke orang lain. Dari angka ini maka dapat diketahui tingkat dan kemampuan penyebaran suatu penyakit.

“RO di bawah satu. Kalau tingkat reproduksi penularannya kita kan sudah di bawah nol. Itu dihitung dua pekan terakhir,” ungkap Aji, Selasa (2/6) di Kompleks Kepatihan.
Aji mengatakan RO di bawah angka satu sebetulnya sudah memenuhi persyaratan menuju New Normal Life. Meski begitu, Pemda DIY tidak ingin gegabah dalam mengambil sikap. Sebab hal itu bukan satu-satunya parameter untuk menuju tatanan hidup baru.
“Di bawah satu sebetulnya sudah memenuhi syarat untuk new normal tapi bukan hanya itu satu-satunya. Kita tidak ingin gegabah,” papar Aji.
Aji mengaku sebelumnya RO di DIY pernah berada pada angka 1 hingga 2,5 yang terlihat dari jumlah penambahan kasus positif Covid-19. Penurunan angka RO terjadi karena dilakukan tracing dengan tingkat kesembuhan yang tinggi dan angka kematian rendah.
“Kemarin kita sempat 1 sampai 2,5. Dua pekan ini kita sudah di bawah satu,” imbuhnya.

Selain tak ada penambahaan kasus positif corona pada kemarin, dilaporkan 2 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19, terdiri dari seorang laki-laki berusia 47 tahun warga Sleman dan seorang perempuan berusia 42 tahun warga Sleman. “Hari ini hasil dari 2 laboratorium. Sebanyak 99 sampel,” ungkap Juru bicara Pemda DIY penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.
Di sisi lain, seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) laki-laki berusia 94 tahun warga Sleman dilaporkan meninggal dalam proses laboratorium dan sudah diambil swab. Selain itu, akumulasi jumlah PDP hingga saat ini sebanyak 1.555 orang, 116 orang masih dalam perawatan. Jumlah ODP hingga saat ini sebanyak 6.843 orang. Tercatat hasil laboratorium negatif sebanyak 1157 orang, 161 orang masih dalam proses dan 20 orang lainnya meninggal.

Sementara itu uji cepat atau rapid test diagnostic (RDT) Covid-19 secara acak di tempat publik di Kota Yogyakarta akan digelar pekan ini. Tahapan pertama rapid test acak menyasar pasar-pasar tradisional. Pemkot Yogyakarta menyiapkan sekitar 250 alat penguji untuk rapid test acak itu.
“Kami akan melakukan rapid test acak di pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta pekan ini,” kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Selasa (2/6).
Dia menyatakan, pelaksanaan acak rapid test bekerjasama dengan Epidemiologi UGM. Tahapan pertama adalah pasar tradisional. Sebarannya rapid test acak di semua wilayah Yogya barat, timur, utara dan selatan serta tengah. Dari segmen pasar tradisional maupun tempat publik lainnya. Tim medis akan diterjunkan di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta untuk melakukan rapid test. Setidaknya akan diambil 250 sampel rapid test dari pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta.

“Pedagang dahulu sasarannya. Hanya sekali rapid test. Jika reaktif langsung akan dilakukan swab. Kalau ada kasus terus dilakukan tracing dengan pengunjungnya,” imbuhnya.
Ditambahkan untuk rapid test di tempat publik di Malioboro, kafe dan restoran, waktu pelaksanaan belum ditentukan. Rapid test di tempat publik itu masih menunggu angka sampel yang akan diambil.
Dia menjelaskan rapid test acak di tempat publik seperti pasar tradisional untuk melihat sebaran Covid-19 masih aktif atau sudah mulai mereda. Mengingat melihat kasus dan angka Covid-19 di Kota Yogyakarta akhir-akhir ini perkembangan sangat landai. Pertambahan konfirmasi positif hanya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah keluar hasil tes swab.

“Ini untuk mengecek apakah di Yogya masih ada sebaran Covid-19 yang tersembunyi. Bagian dari meyakinkan kami tidak ada klaster baru Covid-19. Karena selama dua minggu lebih tidak ada klaster baru Covid-19 atau di luar kasus yang sudah ada,” terang Wakil Walikota Yogyakarta itu.
Menurutnya hasil swab tes dari rapid test tahap kedua klaster Indogrosir di Kota Yogyakarta semuanya negatif. Pemkot Yogyakarta mencatat per Selasa (2/6) pukul 16.00 WIB jumlah kasus positif Covid-19 ada 7 orang. Sedangkan PDP ada 12 orang dan kumulatif orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 731 orang.
“Tambahan kasus positif adalah hasil swab kasus PDP yang sudah dirawat sejak 13 Mei. PDP positif itu memilik riwayat perjalanan dari Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono siap mendukung pelaksanaan rapid test di pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Dia menyebut total jumlah pedagang di seluruh pasar tradisional di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 13.000 orang.
“Kami siap ini perintah ketua harian gugus tugas penanganan Covid-19. Berapa pun kami siap. Selama ini protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sudah diterapkan di semua pasar seperti cuci tangan pakai sabun, pakai masker, menjaga jarak dan penyemprotan disinfektan secara rutin,” tandas Yunianto.(C-4/Tri)

Read previous post:
Tersangka Pembunuhan Anak Jalani Rekonstruksi

TEMANGGUNG (MERAPI) - Tersangka penganiayaan anak hingga meninggal, Supriyadi (37) warga Desa Tleter Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung menjalani rekonstruksi di

Close