TERKAIT DISKUSI CLS FH UGM- JPW Desak Polisi Usut Ancaman Pembunuhan



 

 

 

YOGYA (MERAPI) – Jogja Police Watch (JPW) mengecam keras tindakan

ancaman pembunuhan kepada panitia dan narasumber diskusi secara virtual tentang persoalan meluruskan pemecatan presiden di tengah pandemi ditinjau dari sistem ketatanegaraan yang diselenggarakan Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum UGM. Kegiatan yang sedianya diselenggarakan pada Jumat 29 Mei 2020, namun dibatalkan dengan berbagai macam pertimbangan, salah satunya alasan keamanan.

“Kami menilai ancaman pembunuhan ini sesuatu yang serius, bukan dilakukan orang iseng, apalagi yang mengalami gangguan kejiawaan dan tentunya sudah punya keahlian di bidang teknologi yakni soal meretas sosial media milik orang lain. Untuk itu sangat mudah bagi kepolisian dalam hal ini Polda DIY untuk mengungkap motif ancaman pembunuhan, menangkap dalang dan pelaku ancaman pembunuhan,” ujar Baharuddin Kamba, Kadiv Humas JPW kepada wartawan, Senin (1/6).

Untuk itu segala komponen masyarakat mendukung upaya kepolisian untuk mengungkap kasus hingga tuntas. Selain itu pihak kepolisian sudah sangat terlatih dan memiliki alat yang canggih untuk mengungkap sebuah kasus.
Misalnya mengungkap para terduga teroris dan menangkap pengedar narkoba.

Itu bukti nyata mudah bagi kepolisian untuk mengungkapnya. Seharusnya dalam kasus ancaman pembunuhan ini polisi juga mudah untuk mengungkapnya.

JPW mendukung para korban ancaman pembunuhan untuk segera melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Siapa pun yang terlibat kasus ini harus diproses hukum secara adil dan transparan.
Para saksi dan korban wajib dilindungi oleh Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) tanpa harus diminta. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di Yogyakarta untuk mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegas Baharuddin. (C-5)



Read previous post:
ilustrasi
Bila Teman Memperkosa

Close