SAMBUT NEW NORMAL, BISNIS HOTEL DI YOGYA SIAP BANGKIT-Tamu Hotel Harus Bawa Surat Keterangan Sehat

UMBULHARJO (MERAPI)- Sebagian hotel di DIY akan kembali beroperasi dalam masa pendemi Covid-19. Protokol kesehatan akan diterapkan untuk operasional hotel, bagi tamu dan karyawan hotel guna mengantisipasi persebaran Covid-19.
“PHRI sudah siap dengan protokol kesehatan dengan acuan dari PHRI pusat ditambah protokol baru dari Kemenkes. Ini juga bagian nantinya untuk menghadapi normal baru,” ujar Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono kepada wartawan, Jumat (29/5).
Dia menjelaskan protokol kesehatan yang disiapkan yakni menyediakan tempat cuci tangan di depan dan dalam hotel dan restoran, cek suhu tubuh, pakai alat pelindung diri (APD) masker, pelindung wajah, kacamata dan sarung tangan. Kemudian jumlah hunian kamar juga dikurangi misalnya satu kamar untuk rombongan maksimal 4 orang dari sebelumnya bisa 7 orang.

Pengaturan tempat duduk berjarak di hotel dan restoran maksimal diisi 50 persen dari kapasitas. Kolam renang tidak boleh dipakai dengan bergerombol dan penyajian makan ditekankan diantar ke kamar.
”Hotel harus ada dua kamar untuk kondisi darurat yang dilengkapi medis dan lokasinya dekat pintu keluar hotel. Perabot di lobi hotel yang sering dipegang tamu seperti handel pintu, tiap empat jam sekali didisinfeksi,” tambahnya.
Dia menuturkan acuan itu sudah diterapkan pada hotel dan restoran yang masih buka selama wabah covid-19. Termasuk syarat surat keterangan sehat yang wajib dikantongi tamu hotel. Dia menyebut ada sekitar 15 hotel dan restoran di DIY yang selama ini masih buka. Pada Juni 2020 nantinya akan bertambah sekitar 25 hotel dan 7 restoran yang kembali beroperasional di DIY.

“Pengembangan protokol baru dari Kemenkes tidak hanya tamu yang harus ada surat keterangan sehat. Karyawan hotel juga berlaku cek kesehatan dan jaga kebersihan,” ujarnya.
Namun diakuinya ada sebagian anggota PHRI yang belum siap dengan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk mendukung protokol kesehatan. Mengingat kondisi keuangan hotel kini yang tengah terpuruk. Oleh sebab itu pihaknya berharap pemerintah bisa menginternvensi misalnya pinjaman. Tapi PHRI DIY juga menyarankan anggotanya yang tidak siap dengan protokol kesehatan agar tidak beroperasional kembali dulu. “Kami harap destinasi wisata juga mulai dibuka dengan protokol kesehatan,” imbuh Deddy.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan untuk menuju normal baru Pemkot Yogyakarta menyusun protokol baru di tempat-tempat publik seperti sekolah, tempat ibadah, mall dan lainnya. Protokol baru itu saat ini masih disusun dan ditargetkan selesai minggu ini hingga minggu depan. Para pengelola tempat-tempat publik, aktivitas sosial dan ekonomi diminta memenuhi semua persyaratan protokol baru dahulu sebelum beroperasional kembali.

“Setelah protokol baru selesai disusun akan diterapkan dengan berbagai macam tata cara, pengawasan serta sanksi-sanksinya. Misalnya nanti hotel boleh buka kembali tapi harus memiliki protokol yang baku dan terstandar internasional. Nanti kami tambahi beberapa muatan lokal seperti ada, wacana surat sehat dari dokter bagi yang boleh masuk hotel agar memberikan kenyamanan bersama. Termasuk protokol kesehatan yang sudah ada seperti cuci tangan dan cek suhu badan,” pungkas Heroe.(Tri)

Read previous post:
SURVEI UGM SEBUT 60 PERSEN WARGA SETUJU PELONGGARAN PEMBATASAN-Sultan: New Normal Life Jangan Tergesa-gesa

Close