Tambah 2, Positif Corona di DIY Jadi 230 Kasus

YOGYA (MERAPI)- Setelah sempat tanpa penambahan kasus, kembali dilaporkan penambahan 2 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Yogyakarta pada Jumat (29/5). Sehingga jumlah kasus positif saat ini menjadi sebanyak 230 kasus. Di sisi lain, 7 pasien dinyatakan sembuh hingga jumlah total sembuh 150 orang. Sementara 8 orang meninggal.
Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin mengatakan, pasien positif terdiri seorang laki-laki berusia 63 tahun Warga Negara Asing (WNA) India dengan riwayat klaster Jamaah Tablig dan seorang perempuan berusia 31 tahun warga Sleman riwayat perjalanan dari Purworejo serta pernah kontak dengan pasien positif.

Berty Murtiningsih menjelaskan, kasus perempuan tersebut belum diketahui apakah tertular pasien positif dari Purworejo atau dari mana.
“Masih dalam penelusuran dari Dinkes Sleman lebih lanjut,” ungkapnya.
Di sisi lain, ujarnya, dilaporkan penambahan kasus sembuh, setelah dilakukan cek laboratorium negatif 2 kali berturut-turut sebanyak 7 kasus.
Terdiri dari 2 orang laki-laki berusia 28 dan 60 tahun warga Sleman, 2 orang perempuan warga Sleman berusia 52 dan 29 tahun, 2 orang laki-laki warga Kulonprogo berusia 49 dan 31 tahun, dan seorang laki-laki berusia 49 tahun warga Gunungkidul. Sementara itu akumulasi jumlah PDP sebanyak 1.480 orang, 149 orang di antaranya masih dalam perawatan. Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 6.591 orang. Jumlah hasil laboratorium negatif sebanyak 1.101 orang, 149 orang masih dalam proses laboratorium, 20 orang lainnya meninggal.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menambahkan dengan sembuhnya dua pasien asal Kulonprogo, kini tinggal satu pasien yang masih diisolasi dan dirawat di RSUD Wates.
“Dua pasien positif COVID-19 yang sembuh merupakan klaster Jamaah Tablig Jakarta. Sedangkan satu pasien positif COVID-19 dari Sentolo yang masuk klaster Indogrosir masih harus dirawat dan diisolasi di RSUD Wates,” kata Baning.
Ia mengatakan ada indikasi pandemi COVID-19 di Kulonprogo saat ini menurun drastis. Terpantau, dari terakhir, jumlah orang dalam pantuan (ODP) menurun 22 yakni dari 32 ODP menjadi 10 ODP.
Namun demikian, dia mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi penyebaran COVID-19 di Kulonprogo.

“Walaupun datanya seperti itu, saya harap masyarakat tetap dapat melaksanakan protokol kesehatan yakni rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker dan physical distancing,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut masih perlu dilaksanakan sebagai langkah antisipasi. “Kan kemungkinan ada orang yang tanpa gejala (OTG), kan tidak tahu. Jadi lebih baik waspada dan antisipatif,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Baning, mulai kemarin sampel swab dari Kulonprogo sudah tidak lagi dikirim ke BBTKL Yogya tetapi ke BBVet Wates dengan harapan hasil bisa lebih cepat.

“Direncanakan Dinkes akan mengirim perdana ke BBVet Wates pada Sabtu (30/5) yang merupakan sampel swab dari kasus ODP dengan rapid tes reaktif yang diisolasi mandiri di rumah. Sementara domisili belum kami infokan untuk menjaga privacy dan kelancaran isolasi mandiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulonprogo, Astungkara, pada kesempatan terpisah memberikan apresiasi kepada masyarakat yang selalu tertib mematuhi protokol kesehatan.
“Ini menunjukkan kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk menjalankan Protokol Kesehatan sudah cukup baik. Kalau hal ini tetap bisa dijalankan mudah-mudahan kasus tidak bertambah lagi,” katanya.(C-4).

Read previous post:
Sebelum Pulang Pelajar Papua Jalani Rapid Test

KARANGANYAR (MERAPI) - Dua lulusan SMAN Karangpandan asal Papua, Fransiska Rian Signoret dan Yulianti Martinaya menjalani rapid test jelang pemulangannya

Close