Penipuan Online Marak Saat Pandemi Corona

SLEMAN (MERAPI)- Penipuan online menjadi laporan terbanyak yang diterima Polres Sleman selama pandemi corona. Banyaknya warga yang tinggal di rumah dan memanfaatkan belanja online untuk memenuhi kebutuhan, dimanfaatkan sejumlah penipu untuk beraksi.
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah kepada wartawan, Jumat (29/5). “Memang selama pandemi wabah virus corona ini, tingkat kejahatan di Sleman didominasi oleh kasus penipuan online,” kata AKP Deni. Dia menjelaskan, saat pandemi Covid-19 banyak masyarakat aktif di media sosial. Hal itu juga merujuk kebijakan pemerintah yang mengimbau warga untuk di rumah saja demi menghindari tertular virus. Sehingga banyak masyarakat belanja lewat online untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Ternyata hal itu dimanfaatkan para pelaku penipuan online,” sebutnya.
Menurut Deni, tren penipuan online menanjak jelang hari raya Idul Fitri 1441 H. Alasannya, banyak masyarakat membeli barang-barang incarannya melalui belanja online seperti baju dan sepatu, apalagi dengan iming-iming diskon.
“Para penipu berkedok pedagang online shop akan menawarkan barang-barang jualannya dengan harga yang murah, ditambah lagi iming-iming diskon,” jelasnya.
Dengan demikian, masyarakat menjadi terbiasa membuka media sosial dan sering tergiur promo atau malah mencari barang-barang dengan harga murah. Mereka membeli barang tanpa mencari kejelasan penjualnya terlebih dahulu.
“Modus penipuan online itu biasanya pelaku menjual barang yang murah berbeda dengan harga pasarannya dan sampai memberi diskon besar,” katanya.

Dengan iming-iming harga murah, ujar Deni, masyarakat mulai tergiur tanpa pikir panjang langsung mentransfer sejumlah uang sesuai transaksi pembelian di online shop. Saat uang ditransfer barang tak kunjung dikirim.
“Setelah uang ditransfer, tapi barang tidak kunjung dikirim dan nomor telepon penjualnya tidak aktif lagi sudah tidak bisa dihubungi alias kabur,” ucap AKP Deni. Kendati demikian, AKP Deni belum bisa memberikan jumlah pasti berada kasus penipuan online yang terjadi di wilayah Sleman sejak pandemi corona. Pasalnya, pihaknya masih terus melakulan pendataan terkait laporan penipuan online dari masyarakat. “Kami masih data jumlahnya,” jelasnya.
Secara umum, kata Deni, angka kejahatan konvensional di wilayah hukum Polres Sleman selama Mei 2020 mengalami penurunan 15 sampai 25 persen. Meski ada penurunan, sejumlah laporan kejahatan lainnya masih terjadi.
“Kasus pencurian motor dan penipuan masih terjadi. Jumlahnya tidak banyak. Sehari hanya satu, terkadang nihil. Sebelumnya bisa mencapai lima hingga enam orang korban,” katanya.

Untuk itu, AKP Deni menghmbau pada masyarakat agar selalu hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya para pelaku kejahatan bisa melakukan aksinya setiap saat, terlebih saat pandemi virus Corona.(Shn)

Read previous post:
Proyek Fisik 2020 Ditunda, Pemenang Lelang Dibatalkan

Close