MISTERI SUPARDI DI KALI BEDOG-Jalan Kaki 20 Kilometer Dalam Kondisi Linglung

TURI (MERAPI)- Petualangan Supardi (41) warga Tegal, Sidoarum, Godean yang sempat dikabarkan hanyut di Sungai Bedog tepatnya di Dam Cokro Desa Sidoarum Godean kemudian ditemukan dalam keadaan selamat di Dusun Girikerto, Turi, Sleman masih mengundang misteri. Belum banyak yang tahu bagaimana dia bisa sampai wilayah Turi yang jaraknya puluhan kilometer.
Hingga Jumat (29/5) dia masih dalam kondisi linglung dan belum bisa diperiksa secara lancar. Usai ditemukan pada Kamis (28/5) petang, Supardi langsung diserahkan kepada keluarganya. Kapolsek Turi AKP Catur Widodo kepada wartawan kemarin mengatakan, saat ditemukan Supardi dalam kondisi bingung di bumi perkemahan lembah Merapi pada Kamis sekitar pukul 17.30 WIB. Supardi ditemukan oleh warga sebelum akhirnya ia dibawa ke Mapolsek Turi.

“Supardi lalu dibawa ke Mapolsek Turi. Kami lantas menghubungi Basarnas karena ciri-ciri orang yang ditemukan oleh warga itu sama seperti yang diduga tenggelam dan sedang dilakukan pencarian,” ujar AKP Catur Widodo.
Mendapat informasi itu, petugas Basarnas dipimpin Kasubsi Operasi Basarnas Yogyakarta Asnawi Suroso langsung mendatangi lokasi untuk memastikan bahwa yang ditemukan adalah orang yang mereka cari di sungai Bedog. ASnawi menambahkan, sesaat setelah ditemukan, pihaknya kemudian menghubungi keluarga Supardi. Saat itu juga, keluarga korban langsung datang ke Mapolsek Turi. “Setelah melihat orang tersebut, keluarga memastikan dia memang Supardi yang hilang 5 hari lalu,” katanya.

Asnawi mengatakan, bagaimana Supardi bisa sampai ke titik penemuan (Turi) masih jadi pertanyaan. Namun dari pemeriksaan awal, diduga dia berjalan menyusuri ke arah hulu Sungai Bedog hingga ke arah atas (utara). Titik penemuan Supardi di daerah Turi jaraknya kurang lebih 20 km dari lokasi ditemukan sandal dan baju. Meski demikian, Asnawi belum memastikan motif korban melakukan hal itu. Termasuk bagaimana dia menjadi linglung.
“Setelah keluarga sudah memastikan orang itu adalah Supardi, kemudian diserahkan ke pihak keluarga,” kata Asnawi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Supardi dikabarkan tenggelam di sungai Bedog, di Sidoarum Kecamatan Godean, Selasa (26/5) pukul 06.30 WIB. Peristiwa laporan tenggelam warga bermula Selasa pagi sekira pukul 06.00 WIB.

Saat itu ditemukan sandal dan kaos Supardi di pinggir sungai Bedog. Pihak keluarga dan warga mencari keberadaannya sejak Senin (25/5) kemarin atau Hari Lebaran kedua. Tim Basarnas melaksanakan penyisiran dari lokasi kejadian hingga sejauh kurang lebih 8 km.
“Semua personel melakukan penyisiran dengan teknik body rafting dan berjalan di darat kanan atau kiri sungai dari lokasi dengan jumlah personil 30 orang,” kata Humas Basarnas DIY Pipit Eriyanto . (Shn)

Read previous post:
Sosialisasi New Normal, Pemkab Sukoharjo Minta Masyarakat Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

SUKOHARJO (MERAPI) - Sosialisasi new normal dilakukan Pemkab Sukoharjo bersama Polres dan Kodim 0726 ke masyarakat. Petugas turun langsung kesejumlah

Close