PEMKOT YOGYA BERLAKUKAN JAGA JARAK DI PASAR TRADISIONAL

YOGYA (MERAPI)- Pengaturan pembatasan jarak fisik tengah dikaji untuk diterapkan di pasar- pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Kini baru Pasar Beringharjo sisi timur yang sudah menerapkan pengaturan pembatasan jarak fisik dengan memasang tali.
“Kami sudah coba mengatur jarak fisik dengan memasang tali rafia di Pasar Beringharjo timur,” Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono, Kamis (28/5).
Tali rafia itu dipasang di depan lapak-lapak para pedagang di Pasar Beringharjo timur. Tali itu berfungsi sebagai pembatas jarak antara pedagang dan pembeli saat melakukan transaksi jual beli. Pasar Beringharjo timur dipilih untuk penerapan awal pengaturan jarak fisik karena banyak menjual kebutuhan pokok dan ramai pengunjung, tak hanya dari warga kota.

“Tali itu sudah dipasang agak lama karena bagian dari menjaga jarak fisik di pasar tradisional. Kami akan kaji pasar-pasar lain yang memungkinkan untuk diterapkan pengaturan jarak fisik,” ucapnya.
Menurutnya ke depan dengan rencana protokol baru maka pengaturan pembatasan jarak fisik di pasar tidak hanya dengan tali rafia. Namun jika dimungkinkan akan menggunakan material galvalum maupun tirai pembatas transparan. Meski demikian melihat kondisi masing-masing pasar tradisional.
“Kalau tidak memungkinkan dengan cara itu akan memakai cari lain untuk menjaga jarak fisik saat bertransaksi jual beli di pasar,” ujar Yunianto.

Selain itu untuk mengurangi interaksi belanja langsung, ada layanan belanja online atau daring di pasar tradisional. Kini jumlah pasar tradisional yang bekerja sama dengan aplikasi ojek online untuk belanja online juga ditambah di dua pasar yakni Pasar Karangwaru dan Pasar Pingit. Sebelumnya hanya dilayani di 6 pasar yaitu Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, Pasar Sentul, Pasar Kotagede, Pasar Demangan dan Pasar Patangpuluhan.
“Belanja daring sudah jalan dan bisa jadi pilihan ke masyarakat. Bisa lewat apllikasi atau personel ke nomor pedagang, sehingga masyarakat tidak harus datang ke pasar,” tambahnya.
Pihaknya mengingatkan dengan belanja online di pasar tradisional lewat aplikasi ada biaya ongkir untuk jasa pembelian. Oleh sebab itu diharapkan masyarakat bisa mengoptimalkan dengan membeli produk lebih dari dari satu jenis.(C-4/Tri)

Read previous post:
Kolam Ikan Pakai Semen Punya Banyak Keunggulan

Close