FOKUS ANGGARAN UNTUK PEMULIHAN PANDEMI – Popda dan Peparpeda DIY 2021 Ditiadakan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Tak hanya pelaksanaan kegiatan olahraga pada tahun 2020, sejumlah program milik Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY yang dijadwalkan pada tahun 2021 dipastikan tidak digelar. Dari sederet agenda yang ditiadakan pada tahun depan, dua di antaranya yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) yang diagendakan rutin setiap tahun.

Menurut Kepala BPO Disdikpora DIY, Eka Heru Prasetya, setidaknya terdapat lima kegiatan yang ditiadakan pada tahun anggaran 2021. Selain Popda dan Peparpeda, terdapat tiga kegiatan lainnya, yakni Tri Lomba Juang, kejuaraan olahraga pelajar, dan Pekan Olahraga Seni Pondok Pesantren Daerah (Pospeda).

Kepastian tidak digelarnya sejumlah kegiatan tersebut dituangkan dalam surat keputusan bernomor bernomor 426/01216 yang ditandatangani Eka Heru pada 20 Mei lalu. Alasan pembatalan sejumlah kegiatan tersebut dikarenakan Pemda DIY pada tahun 2021 masih konsentrasi pada penanggulangan, pencegahan dan pemulihan dampak pandemi.

“Hingga saat ini kan kita belum tahu sampai kapan pandemi akan berakhir. Seperti apa dampaknya kan masih dilihat lagi saat ini, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Sepertinya anggaran Pemda DIY untuk tahun 2021 juga belum bisa seperti semula, masih fokus untuk pemulihan pandemi,” beber Eka Heru di Yogya, Rabu (27/5).

Dilanjutkan Eka Heru, pihaknya berharap agar atlet-atlet pelajar di DIY tetap giat berlatih untuk berproses menjadi atlet terbaik di tanah air. Hal itu tak lepas karena masih banyak kegiatan atau kejuaraan lain, baik tingkat umum maupun khusus pelajar, yang masih bisa diikuti.

Eka Heru menambahkan bahwa dirinya sebenarnya merasa berat hati meniadakan kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk kompetisi dan mengukur hasil latihan para atlet pelajar DIY. “Ya kami terpaksa harus melakukan ini karena kondisi DIY saat ini yang masih dalam status tanggap darurat dan dampaknya cukup luas. Makanya kami harus melakukan ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Eka Heru berharap agar kondisi bisa kembali normal secepatnya sehingga bisa menggear kegiatan seperti biasanya. Termasuk beberapa agenda yang ditiadakan tersebut, pada tahun 2022 bisa diselenggarakan kembali karena merupakan kegiatan rutin setiap tahun. “Semoga saja kondisinya membaik dan kegiatan-kegiatan itu bisa diadakan kembali di tahun berikutnya,” katanya. (Oro)

 

Read previous post:
PSIM TUNGGU KEPUTUSAN PSSI DAN LIB – Siap Berkompetisi di ‘New Normal’

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Nasib kompetisi sepakbola Indonesia di tengah pandemi covid-19 atau virus corona hingga saat ini masih belum

Close