Kebugaran dan Fisik Pemain PSS Lebih Diamati

SLEMAN (MERAPI) – Tim pelatih PSS Sleman akan memantau langsung kondisi fisik dan kebugaran pemain usai Idul Fitri. Mau tidak mau para pemain harus mengembalikan kondisi fisik mereka seperti sebelumnya saat latihan mandiri. Namun tidak ada perubahan program latihan yang diberikan tim pelatih pada pemain usai Lebaran. Keputusan tim pelatih ini disampaikan dokter tim PSS, Elwizan Aminuddin.

“Program latihan untuk fisik masih dilakukan 30 sampai 60 menit setiap hari, tidak ada perubahan tapi akan dipantau langsung tim pelatih,” kata Elwizan, Selasa (26/5).

Menjaga kondisi fisik dan kebugaran pemain memang jadi fokus tim pelatih dalam program latihan mandiri. Kenaikan berat badan saat Lebaran mengancam kondisi ideal yang diinginkan tim pelatih ke pemain. Apalagi status liga hingga kini masih belum jelas. Andai dilanjutkan karena pemerintah mencabut status bencana usai 29 Mei nanti, para pemain bisa kembali latihan bersama. “Dan mereka juga harus siap fisiknya ketika latihan kembali,” sambung Manajer PSS, Danilo Fernando.

Tim punya banyak PR bila kembali latihan bersama. Kerja sama antarpemain plus pemahaman taktik di bawah Dejan Antonic masih kurang lantaran kebersamaan Bagus Nirwanto dan kawan-kawan bersama pelatih asal Serbia itu hanya tiga pekan saat kompetisi sudah dimulai. Laskar Sembada hanya mengoleksi satu angka dari tiga pertandingan. Dejan sendiri melihat permainan sudah mulai membaik selama tiga pekan dan hanya masalah waktu tim bisa kompak lalu bicara banyak saat kompetisi.

“Dengan catatan saat kembali latihan tidak ada masalah dengan fisik atau kebugaran jadi kita tinggal perbaiki permainan. Saya yakin para pemain bertanggung jawab,” kata Dejan. (Des)

Read previous post:
BAKSOS ALA PAGUYUBAN SRC SLEMAN BARAT – Bagikan Sembako Kerja Sama dengan Dukuh

PAGUYUBAN toko kelontong ‘SRC’ Sleman Barat rutin menggelar bakti sosial (baksos). Pada akhir Ramadan 1441 H lalu, baksos dilaksanakan di

Close