Corona Terkendali, Yogya Menuju Tatanan Hidup Normal yang Baru

YOGYA (MERAPI)-Pemda DIY siap menuju New Normal Life atau tatanan hidup baru di tengah pandemi corona. Persiapan segera dilakukan oleh masing-masing bidang Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di DIY. Sekolah, tempat wisata hingga hotel dimungkinkan bisa beraktvitas normal kembali namun dengan protokol kesehatan yang ketat.
Hal ini diungkapkan Sekda DIY, Baskara Aji usai audiensi bersama Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Jumat (22/5) di Kompleks Kepatihan.
“Gugus tugas kan ada bidangnya masing-masing yang akan menyusun protokol bagaimana new normal bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Aji menjelaskan segera dipersiapkan pelaksanaan aktivitas sehari-hari dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.
Dicontohkan Aji, misalnya pada bidang pendidikan bila selama ini siswa siswi belajar menggunakan bangku yang bersebelahan, maka akan dibuat berjarak. Ditambah peraturan yang mewajibkan penggunaan masker, cuci tangan setiap saat dan selalu menjaga jarak.

“Satu kelas yang biasa isi 30 anak, bisa jadi 15 anak supaya jaga jarak. Mau kita susun SOP seperti itu atau misal kelas tertentu online, kelas lain klasikal,” contohnya kepada wartawan.
Begitu juga pada bidang lainnya seperti ekonomi dan pariwisata yang mewajibkan protokol kesehatan dan gaya hidup sehat sesuai standar.
“Tempat wisata harus melakukan apa, misal hanya boleh (berkapasitas) 100 orang, maka yang nomor 101 antre. Rumah makan juga gitu, hotel, tamu berapa lalu 1 kamar maksimal berapa ada protokolnya. Lalu di pasar, tempat hiburan akan jadi pertimbangan untuk menyusun SOP,” jelasnya.
Ketua pelaksana tim percepatan partisipasi masyarakat penanggulangan pandemi Covid-19 PB-IDI, Andrianto Purnawan menambahkan, munculnya pandemi akan memunculkan suatu kesimbangan yang disebut herd immunity.
“Ketika terjadi pandemi, nanti akan terbentuk semacam keseimbangan yang disebut hert imunity. Tetap tidak akan bisa hilang bahkan mungkin dalam waktu yang lama, penyakit tetap ada misalnya seperti TBC,” jelasnya.

Andrianto menjelaskan bahwa penyakit tetap ada namun harus diantisipasi dengan perilaku hidup bersih dan sehat dengan selalu mencuci tangan tiap melakukan sesuatu, menghindari memegang bagian mulut, hidung, dan mata serta perilaku berikutnya untuk membiasakan memakai masker dan hidup sehat.
Hal yang perlu diperhatikan menyangkut isu Covid-19 itu sendiri yang sudah menimbulkan dampak luar biasa. Padahal sebelumnya sudah ada berbagai penyakit serius yang menular seperti SARS, MERS, TBC, dan lain sebagainya yang menewaskan ribuan orang setiap harinya.
“Sebelumnya sudah banyak penyakit yang ada, seperti sebelumnya ketika kita masih belum terbiasa dengan TBC dan kini sudah biasa saja,” imbuhnya.
Ia juga menilai penanganan isu Covid-19 di DIY sudah bagus dan under control (di bawah kendali) dalam artian jumlah pasien sakit dan fasilitas kesehatan yang ada masih bisa terpenuhi.

“Penanganan covid sudah bagus di DIY, under control. Masih terkontrol jadi ini adalah salah satu yang menjadi role model menerapkan perilaku penanganan covid. Undercontrol artinya pasien covid masih terkontrol dan di luar covid (pasien penyakit lain) masih terkontrol,” jelasnya.(C-4)

Read previous post:
Sehari 13 Orang Positif Corona Pulih, DIY Catat Rekor Pasien Sembuh

YOGYA (MERAPI)-Sebanyak 13 pasien corona di Yogya dinyatakan sembuh dalam waktu satu hari, Jumat (22/5). Jumlah ini menjadi yang tertinggi

Close