Hasil Reaktif Melonjak, Pemkab Gunungkidul Siapkan Wisma Wanagama Sebagai Lokasi Karantina

WONOSARI (MERAPI)-Di Gunungkidul dilaporkan peningkatan hasil reaktif corona dari hasil rapid test massal dari 183 orang menjadi 195 atau naik 12 orang dari sehari sebelumnya. Untuk itu, lokasi karantina warga reaktif diperluas di Wisma Wanagama, Playen. “Terdapat 14 reaktif Orang Tanpa Gejala (OTG) dikarantina di Wisma Wanagama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes kepada wartawan, Jumat (22/5).
Dia mengatakan, mereka yang reaktif terkait dengan klaster Indogrosir, klaster tabligh atau dikenal klaster Gadungsari dan status orang tanpa gejala.

Secara terpisah, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Budiadi membenarkan sebanyak 8 Pavilium di tengah hutan Wanagama yang biasa digunakan oleh peneliti UGM kini dijadikan tempat karantina pasien reaktif Covid-19 di Gunungkidul. Hutan pendidikan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berlokasi di Desa Banaran, Kecamatan Playen, Gunungkidul mulai dipakai karantina pada Kamis (21/5).
Budiadi menjelaskan, pemilihan rumah peneliti Wanagama guna mendukung pemenuhan kebutuhan ruang karantina bagi pasien reaktif di Gunungkidul. Sementara RSUD Gunungkidul akan diprioritaskan untuk pasien positif Covid-19 yang membutuhkan perawatan intensif.
“Saat ini Pemkab Gunungkidul mengintensifkan rapid test dan bagi yang reaktif nantinya dilakukan pengambilan sampel swab. Selama menunggu hasil uji swab, mereka dapat dikarantina agar mencegah peluang penularan. Oleh karena itu, kami menawarkan wisma Wanagama menjadi tempat karantina,” ujarnya usai penandatanganan nota kesepahaman antara UGM dan Pemkab Gunungkidul, Jumat (22/5).

Dijelaskan, ada delapan paviliun terdiri dari 7 paviliun untuk ruang karantina dan 1 paviliun sebagai ruang medis dan perawatan. Tiap paviliun dilengkapi dengan fasilitas 4 toilet, 2 dapur, 2 kamar tidur, serta 1 ruang bersama.
“Total kita siapkan 46 tempat tidur untuk pasien karantina dan 4 tempat tidur bagi tenaga medis,” imbuhnya.
Rektor UGM, Panut Mulyono menambahkan dibangunnya Wanagama tidak semata-mata didedikasikan hanya untuk kebutuhan pendidikan semata. Namun, fasilitas ini dibangun juga untuk kemanfaatan warga sekitar di Kabupaten Gunungkidul.
“Saya harap nantinya bagi para pasien yang menempati salah satu wisma di Wanagama ini dapat cepat proses penyembuhannya. Suasana tenang serta pemandangan hutan di sini dapat dijadikan terapi pula yang disebut sebagai forest healing,” paparnya. Karantina akan berlangsung hingga 30 Juni mendatang dan bisa diperpanjang hingga pandemi Covid-19 usai.
“Tergantung kebutuhan. Tempat ini akan tersedia hingga pandemi ini usai,” imbuhnya.(C-4/Pur)

Read previous post:
KLASTER PENULARAN DI YOGYA MASIH DIWASPADAI-Imbau Salat Ied di Rumah demi Keselamatan Umat

UMBULHARJO (MERAPI)- Hingga H-2 Lebaran atau pada Jumat (22/5), tidak ada laporan adanya penyelengaraan takbiran keliling dan salat Idul Fitri

Close