Demi Ongkos Lebaran, Nekat Curi Motor Teman

NGEMPLAK (MERAPI)- Dengan dalih butuh biaya buat persiapan lebaran, SR (35) warga Pendowoharjo, Kulonprogo nekat menggelapkan motor sport milik temannya sendiri sesama karyawan pemotongan ayam, Dwi Parulian (25) warga Manisrenggo, Klaten. Motor korban dibawa kabur pelaku saat dia ditugasi mengurus kecelakaan lalu lintas di wilayah Ngemplak, Sleman.
Setelah korban melapor polisi, pelaku langsung berhasil ditangkap.
Tersangka SR kemudian ditahan sejak Jumat (22/5) dan langsung mendekam di sel di tahanan Polsek Ngemplak Sleman.
Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Hari Tulasmi melalui Kanit Resrkrim Ipda Sagimen saat dikonfirmasi wartawan kemarin membenarkan peristiwa itu. Saginem mengatakan, saat ini petugas masih mendalami kasus tersebut, termasuk mencari tahu apakah pelaku pernah beraksi di tempat lain atau tidak.

Ditambahkan, terungkapnya kasus itu bermula saat korban Dwi Parulian melapor ke Polsek Ngemplak Sleman, menjadi korban penggelapan yang dilakukan temannya sesama karyawan pemotongan ayam, SR. Dari laporan itu petugas lantas melakukan penyelidikan.
“Dari hasil penyelidikan, kita berhasil amankan pelaku di rumahnya, kita juga menyita motor, BPKB dan uang sebagai barang bukti,” ucap Ipda Sagimen.
Peristiwa itu sendiri bermula saat korban yang bekerja di pemotongan ayam ini diminta majikanya mengirim ayam ke Cebongan, Sleman dengan menggunakan truk. Saat melintas di Jalan Piyungan, truk yang dibawa saksi mengalami kecelakaan.
Mengetahui kejadian itu, majikan pelaku ini lantas mendatangi lokasi kejadian untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Alhasil terjadi kesepakatan dan majikan saksi harus mengganti uang sebesar Rp 5 juta.
“Karena tidak bawa uang, majikan saksi ini pulang untuk mengambil uang yang akan dibayarkan pada korban kecelakaan,” katanya.

Sesampainya di rumah, dia bertemu SR. Kemudian, SR diminta mengatar uang Rp 5 juta ke korban kecelakaan sesuai perjanjian. Dia kemudian pergi dengan meminjam sepeda motor Yamaha R 15 milik korban.
Saat dalam perjalanan, timbul niat pelaku untuk berbuat jahat. Kemudian, uang Rp 5 juta milik majikannya beserta motor sport milik temannya dibawa pulang. Sepeda motor langsung digadaikan senilai Rp 6,8 juta.
“Sejak kejadian itu, pelaku juga tidak kembali ke tempat pemotongan ayam, sebelum akhirnya kita tangkap di rumahnya,” jelasnya.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku uang hasil penggelapan dan penjualan motor telah habis digunakan untuk membeli sepeda motor Suzuki Smash senilai Rp 1,5 juta, dan menyewa kios serta kebutuhan makan sehari-hari.
“Total kerugian kedua korban Rp 30 juta. Alasan pelaku melakukan penggelapan karena terdesak kebutuhan ekonomi menjelang hari Lebaran,” kata Ipda Sagimen.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P.

Close