PSIM Akhirnya Terima Subsidi LIB

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Setelah menunggu beberapa bulan, PSIM Yogya akhirnya mendapatkan kucuran dana dari subsidi PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai salah satu peserta kompetisi Liga 2 musim 2020. Pemberian subsidi dari operator kompetisi tersebut diberikan pada Rabu (20/5) lalu kepada semua tim peserta, baik Liga 1 maupun Liga 2.

Menurut Manajer PSIM, David MP Hutauruk, pihaknya bersyukur dengan adanya subsidi yang diberikan PT LIB tersebut. “Dana subsidi ini sangat membantu dalam menjalankan operasional tim. Terlebih di tengah situasi sulit seperti sekarang, tentu kami sangat terbantu dengan hal ini,” terangnya ketika dihubungi, Kamis (21/5).

Adapun dana subsidi yang diterima tim Laskar Mataram beserta para peserta Liga 2 untuk tahap pertama, yakni Rp 250 juta. Sebelumnya, PT LIB mengusulkan pemotongan hingga 60 persen subsidi tahap pertama untuk 18 tim Liga 2 musim 2020 yang belum menerima pelunasan termin satu sehingga setiap klub mendapatkan Rp 100 juta.

Namun hal itu ditolak PSSI dan diminta untuk membayarkan sesuai dengan kesepakatan awal. Pembayaran subsidi untuk beberapa tim Liga 2 juga mengalami keterlambatan, termasuk PSIM. Sementara terdapat beberapa tim yang sudah menerima subsidi pada bulan Maret lalu. Meski demikian, PT LIB akhirnya memberikan subsidi tahap pertama di bulan Mei ini.

Secara keseluruhan, PT LIB bakal memberikan subsidi bagi masing-masing tim peserta Liga 2 sebesar Rp 1,15 miliar untuk kompetisi musim ini dan akan dibagikan secara bertahap. Sedangkan subsidi tim Liga 1 mencapai Rp 5,2 miliar yang juga akan diberikan secara bertahap untuk masing-masing tim.

Meski demikian, hingga saat ini PSIM belum mengetahui kapan kompetisi akan kembali bergulir. Namun David berharap agar kompetisi musim ini tetap bisa dijalankan. “Kalau harapan kami ya tetap bisa jalan. Semoga pandeminya berakhir dan kompetisi dilanjutkan,” tuturnya.

Yoga Pratama dan kawan-kawan sendiri untuk saat ini terpaksa menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing. PSIM memang sempat melakoni satu laga resmi ketika bertandang ke kandang Sriwijaya FC meski harus kalah 1-2.

Sementara itu, Pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro menyebutkan bahwa dengan kondisi seperti ini, memang lebih baik untuk fokus melihat faktor keselamatan semua pihak. “Akan berisiko jika kompetisi dilanjutkan di tengah pandemi. Memang lebih baik dihentikan dulu. Namun akan seperti apa nanti keputusannya, saya menunggu dulu dari federasi,” ujarnya. (Oro)

Read previous post:
BISA CAIR JIKA COVID-19 REDA – Anggaran Olahraga Bantul Tunggu Perkembangan

BANTUL (HARIAN MERAPI) - Anggaran olahraga yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul masih menunggu perkembangan pandemi covid-19 atau virus

Close