Diduga Tertular Dokter, 2 Tenaga Kesehatan RS Sardjito Positif Corona

YOGYA (MERAPI)-Dua orang tenaga kesehatan (nakes) di RSUP dr Sardjito dilaporkan tertular virus corona, padahal mereka tak merawat pasien Covid-19. Sementara hingga Kamis (21/5), ada 6 penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Yogyakarta, sehingga jumlah total saat ini sebanyak 215 kasus, 105 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang lainnya meninggal.
Dua nakes RSUP dr Sardjito yang dinyatakan positif corona terdiri dari seorang perempuan berusia 43 tahun warga Bantul dan seorang perempuan lainnya berusia 35 tahun domisili Gunungkidul.

“Dua nakes tersebut tidak merawat ataupun tidak tertular dari pasien yang ada di RSUP dr Sardjito. Namun hasil tersebut didapat dari tracing massal terhadap tenaga medis RSUP Dr Sardjito yang berada di salah satu ruang perawatan di mana kedua nakes bertugas,” ujar Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP dr Sardjito, Banu Hermawan kepada wartawan kemarin.
Banu menjelaskan, alasan dilakukan tracing pada salah satu ruang perawatan itu disebabkan adanya satu dokter residen (seorang dokter yang sedang menjalani pendidikan untuk menjadi dokter spesialis) yang ditemukan positif Covid-19 dan bertugas di ruangan tersebut. Setelah kontak dengan dokter residen tersebut, kedua nakes mengalami batuk beberapa hari.
“Dokter Residen ini tidak menangani secara langsung pasien Covid-19 (bukan residen di kamar isolasi covid). Namun yang bersangkutan memang pernah bersinggungan dengan salah satu pasien positif,” jelasnya.
Saat ini, tambah Banu, kondisi kedua nakes itu dinyatakan cukup baik, sadar dan tidak demam.

Sementara itu, keempat pasien positif lainnya memiliki riwayat dari luar kota, yang merupakan anak peserta jamaah tablig Gowa Sulawesi Selatan dan karyawan Indogrosir. Terdiri dari seorang laki-laki berusia 57 tahun warga Gunungkidul, dua orang laki-laki warga Sleman berusia 16 dan 22 tahun, serta seorang perempuan berusia 22 tahun warga Sleman.
Di sisi lain, dilaporkan 8 kasus dinyatakan sembuh dari Covid-19 yang terdiri dari 4 orang perempuan warga Bantul berusia 14, 19 33, 46 tahun dan 2 orang laki-laki warga Bantul berusia 25, 36 tahun serta 2 orang warga Gunungkidul yang terdiri dari seorang perempuan berusia 29 tahun dan seorang laki-laki berusia 7 tahun.
Selain itu dilaporkan 2 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dan sudah diambil swab, yakni 2 orang perempuan warga Sleman berusia 64 dan 61 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes juuga membenarkan salah satu nakes asal Gunungkidul yang bertugas di RSUP dr Sardjito positif corona. Selain itu, seorang lainnya yang merupakan warga pendatang juga dikonfirmasi positif. “Dengan bertambahnya pasien positif tersebut maka kumulatif jumlah warga terinfeksi Covid-19 di Gunungkidul menjadi 34 orang,” kata dr Dewi Irawaty.
Sementara setelah melalui proses perawatan di RSUD Wonosari, jumlah pasien sembuh bertambah lagi 2 orang yakni seorang perempuan berusia 29 tahun dan satu laki-laki berusia 7 tahun. Sementara dari hasil rapid test massal yang sudah dilakukan di Gunungkidul, diketahui hasil reaktif semakin meningkat menjadi 183 orang. Mereka itu ada yang terkait dengan klaster Indogrosir dan dalam status orang tanpa gejala.(C-4/Pur)

Read previous post:
Rapid Test Hari Kedua, Reaktif Corona di Kuloprogo Bertambah

WATES (MERAPI)-Rapid test massal selektif hari kedua yang digelar Pemkab Kulonprogo, Rabu (20/5) menunjukkan adanya empat orang reaktif Covid-19. Dengan

Close