Warga Ronda Tangkap Gerombolan Klitih di Berbah

BERBAH (MERAPI)- Warga yang tengah ronda mengamankan tiga anggota gerombolah klitih saat melintas di Dusun Blendangan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Kamis (21/5) dinihari. Awalnya warga curiga kemudian mengejar ketiga pelaku. Saat digeledah, warga menemukan aneka senjata tajam yang dibawa ketiga pelaku.
Kapolsek Berbah AKBP Agus Zainudin kepada wartawan kemarin membenarkan kejadian ini. Dia mengatakan, ketiga pelaku yang dibekuk adalah AS (25) warga Sidokerto Purwomartani Kalasan, KA (20) warga Margodadi Kalimati, Kalasan dan ES (20) warga Kalitirto Berbah. “Saat ini ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Berbah,” ujarnya.

Dari penangkapan itu, tambah Kapolsek, petugas juga menyita barang bukti pisau, handphone, double stick, dan botol air mineral berisi minuman keras. “Pelaku dan barang bukti masih diamankan,” ujar AKBP Agus Zainudin.
Dia mengatakan, terungkapnya kasus itu bermula saat ketiga pelaku melintas di Dusun Blendangan, Tegaltirto, Berbah dengan dua sepeda motor, Kamis pagi pukul 01.30 WIB. Di saat bersamaan, warga tengah ronda untuk menjaga keamanan di tengah pandemi corona. Warga curiga melihat ketiga orang asing itu mondar-mandir di kampung. Mereka lantas melakukan pengejaran terhadap pelaku. Mengetahui dibuntuti warga, salah seorang pelaku menghentikan motor yang dikendarai dengan dalih kehabisan bahan bakar. Namun warga tak begitu saja percaya. Pelaku tetap diamankan. Tidak lama kemudian, dua pelaku lain kembali ke lokasi untuk menjemput rekannya yang diamankan warga. Tanpa pikir panjang, warga juga langsung mengamankan keduanya.

Mereka lantas dibawa ke pos ronda untuk dimintai keterangan. Namun dalam perjalanan, pelaku membuang pisau dan double stick ke sungai. Warga yang mendengar suara benda jatuh lantas menyuruh para pelaku untuk menepi.
“Saat dicari, ternyata benar ditemukan sebilah pisau berujung lancip, dan tidak jauh lagi ditemukan double stick,” ucap AKBP Agus.
Mendapati hal tersebut, pelaku langsung diinterogasi ke pos ronda dusun setempat. Kepada warga, para pelaku mengaku tengah mencari musuh yang sebelumnya menantang mereka. “Jadi pelaku mengaku sebelumnya janjian duel dengan seseorang melalui media sosial. Saat mencari musuhnya itulah mereka diamankan warga,” tambah Agus.

Atas temuan itu, pelaku selanjutnya diserahkan ke Polsek Berbah guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Dari hasil pemeriksaan sementara pelaku dijerat UU Darurat no 12 th 1951 ancaman hukuman 10 tahun penjara,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
Kemendikbud Diharap Buka Kembali Wisata Candi

SLEMAN (MERAPI) - PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Close