‘PSIM Empathy’ Kumpulkan Dana Rp 55 Juta

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Aksi sosial yang digalang PSIM Yogya melalui PSIM Empathy dengan tajuk PSIM Melawan Corona akhirnya mampu mengumpulkan dana mencapai Rp 55.901.929. Donasi yang didapatkan tersebut sebagian telah disalurkan ke 25 rumah sakit yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Adapun program PSIM Empathy tersebut tak hanya berasal dari manajemen Laskar Mataram semata. Justru banyak pihak terlibat dalam aksi sosial ini, mulai dari pemain PSIM musim ini, pemain musim sebelumnya, pemain yang sudah pensiun, suporter, sponsor, sejumlah influencer yang ada di sekitar Yogya dan tentunya fans PSIM.

Dikatakan Media Officer PSIM, Ditya Fajar Rizkizha, melalui PSIM Empathy, donasi yang terkumpul sebelumnya mencapai Rp 27,5 juta dan telah disalurkan kepada 25 rumah sakit di DIY. “Beberapa rumah sakit yang kami beri bantuan mencakup wilayah Kota Yogya, Sleman, Bantul, Kulonprogo hingga Gunungkidul,” katanya di Yogya, Selasa (19/5).

Dilanjutkan Ditya, pemberian bantuan kepada tenaga kesehatan tersebut berupa hand sanitizer, masker dan alat pelindung diri (APD). “Untuk tahap awal kemarin bantuan yang sudah disalurkan meliputi 500 botol atau setara dengan 2.500 liter hand sanitizer dengan formula sesuai standard WHO. Bantuan berikutnya masih terus berfokus pada kebutuhan medis melawan covid-19 di Yogyakarta,” lanjutnya.

Sementara itu, CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto menyampaikan bahwa program PSIM Empathy menjadi salah satu bentuk kepedulian PSIM dalam mengantisipasi persebaran virus corona atau covid-19 di Yogyakarta dan sekitarnya.

“Banyak pihak yang mendukung program ini. Ini juga bukti bahwa banyak yang mencintai daerah ini. Namun perjuangan tidak berhenti sampai di sini. karena saudara-saudara kita, yakni tenaga medis masih terus berjuang sebagai garda terdepan. PSIM Empathy akan terus berjalan, tentunya dengan memberi bantuan yang terbaik,” ungkap Bambang.

Disampaikan Bambang, seluruh elemen PSIM saat ini berharap pandemi virus corona bisa segera berlalu. Hal itu hanya bisa diwujudkan dengan disiplin tinggi seluruh masyarakat, supaya mengikuti arahan pemerintah. Dengan diam di rumah, sudah sangat membantu untuk meredakan penyebaran virus ini, dan kita semua bisa berdonasi untuk mewujudkan bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Semoga pandemi ini bisa segera berakhir, karena dengan begitu sepakbola pun bisa segera diputar. Bisa dipahami bahwa semua merindukan atmosfer kompetisi, tapi yang terpenting saat ini adalah keadaan kembali normal dan kita bisa mengalahkan virus ini bersama,” tuturnya. (Oro)

Read previous post:
Penerima Bansos Tunai di Kota Yogya Berkurang 5.404 KK

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Bantuan sosial (bansos) tunai tahap kedua dari Pemkot Yogyakarta bagi warga terdampak wabah Covid-19 didistribusikan melalui

Close