PEMKAB KULONPROGO MULAI RAPID TEST MASSAL-Bakul Pasar Hingga Pengunjung Swalayan Reaktif

WATES (MERAPI)- Pemkab Kulonprogo mulai menggelar rapid test massal di pasar tradisional dan swalayan besar wilayah setempat, Selasa (19/5). Di hari pertama pelaksanaan test, ada tiga orang yang hasilnya reaktif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo, dr Baning Rahayu Jati menyampaikan, ada 178 orang yang menjadi peserta rapid test massal di hari pertama. Mereka terdiri dari pedagang pasar 56 orang, pengunjung pasar satu orang, karyawan swalayan 107 orang dan pengunjung swalayan 14 orang.
“Hasilnya, satu orang pedagang pasar reaktif, satu orang karyawan swalayan reaktif dan satu orang pengunjung swalayan reaktif,” kata dr Baning.

Selanjutnya, mereka yang hasil rapid testnya reaktif saat ini telah dilakukan isolasi mandiri. Ketiganya juga akan menjalani tes swab.
“Rapid test massal kita pilih tempat-tempat yang digunakan orang berkumpul dan berpotensi terjadi penularan. Pesertanya tidak dipungut biaya, namun hanya yang memiliki undangan saja,” imbuh dr Baning.
Kepada masyarakat, dr Baning kemudian mengimbau agar tetap melakukan enam langkah sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Keenamnya yakni tetap berada di rumah, hindari kerumunan, jaga jarak lebih dari satu meter, memakai masker, cuci tangan dengan sabun serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Rapid test massal akan digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (19-20/5) dengan menyasar pedagang dan pengunjung tiga pasar tradisional yakni Pasar Wates, Pasar Bendungan dan Pasar Sentolo serta karyawan dan pengunjung empat swalayan besar di wilayah Kapanewon Wates dan Pengasih. Mereka yang disasar rapid test massal adalah yang banyak berinteraksi dengan orang. (Unt)

Read previous post:
Cegah Penyebaran Corona, Masyarakat Diimbau Salat Idul Fitri di Rumah

SUKOHARJO (MERAPI) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukoharjo mengimbau pada masyarakat tidak membuat kerumunan massa

Close