Ratusan Orang di Gunungkidul Reaktif, Banyak Warga Relakan Rumah untuk Karantina

WONOSARI (MERAPI)– Ratusan warga Gunungkidul diketahui reaktif corona dari hasil rapid test massal yang digelar pemkab. Pemerintah daerah pun mengantisipasi dengan menambah lokasi isolasi dan karantina. Di sisi lain, banyak warga yang merelakan rumah pribadinya dipakai untuk lokasi karantina warga yang reaktif corona.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes kepada wartawan, Selasa (19/5) mengatakan, dari hasil rapid test massal yang sudah digelar, hasilnya reaktif ada 177 orang. “Mereka terkait dengan klaster Indogrosir dan dalam status orang tanpa gejala,” jelasnya.
Dia menambahkan, saat ini terdapat sebanyak 148 orang dalam pemantauan dan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga meningkat menjadi 121 orang, dirawat 2 orang. “Saat ini spesemen dalam proses masih ada 55 orang,” imbuhnya.

Wabup Gunungkidul Dr Immawan Wahyuni MH menambahkan, untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien aktif dan melonjaknya hasil rapid test reaktif, Pemkab Gununungkidul melakukan upaya untuk mengisolasi warga yang reaktif. Selain RSUD Saptosari, sudah ada calon lokasi baru yakni Wisma Wanagama milik Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM). “Selain itu banyak warga yang berpartisipasi dengan merelakan rumahnya untuk dijadikan karantina bagi warga yang hasil rapid testnya reaktif. Kita ajak terus warga melakukan upaya memutus penyebaran virus corona,” ujar Dr Immawan Wahyuni MH.
Selain menyediakan rumah untuk karantina, jelasnya, warga juga bersolidaritas dengan membantu logistik selama proses isolasi.
Sementara itu hingga Selasa (19/5), dilaporkan penambahan 6 kasus Covid-19 di Yogyakarta, sehingga akumulasi kasus positif corona sebanyak 206 kasus, 95 orang dinyatakan sembuh, 8 orang lainnya meninggal.

Riwayat keenam kasus masih terkait dengan klaster jamaah Tablig Gunungkidul, klaster Indogrosir, dan klaster GPIB Kota Yogyakarta. Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 untuk Pemda DIY, Berty Murtiningsih mengatakan, pasien positif terdiri dari seorang perempuan berusia 25 tahun warga Bantul, seorang laki-laki berusia 71 tahun warga Sleman serta empat kasus lainnya warga Gunungkidul meliputi seorang perempuan berusia 11 tahun dan tiga orang laki-laki berusia 49, 54, 55 tahun.
Di sisi lain, dilaporkan 5 orang dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan negatif dua kali. Kelima orang berjenis kelamin perempuan, terdiri dari 2 orang warga Sleman berusia 38 dan 67 tahun serta 3 orang warga Bantul berusia 27, 42, dan 50 tahun.
Adapun laporan PDP meninggal berjumlah tiga orang. Yakni pasien dalam proses laboratorium dan sudah diambil swab adalah seorang laki-laki berusia 43 tahun warga Gunungkidul dan seorang laki-laki berusia 81 tahun warga Bantul. Adapun seorang laki-laki berusia 75 tahun warga Kota Yogyakarta belum diswab.

Sementara itu, akumulasi tercatat PDP sebanyak 1.322 orang, 163 orang di antaranya masih dalam perawatan dengan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 6.102 orang. Hasil laboratorium menunjukkan negatif sebanyak 947, 169 orang masih proses laboratorium, 24 orang lainnya meninggal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes menambahkan, 4 orang pasien positif di Gunungkidul tersebut merupakan hasil tracing karena adanya riwayat kontak dengan pasien pisitif sebelumnya yakni klaster Gadungsari dan dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). “Keempat orang tersebut berasal dari Kecamatan Semanu, Ponjong dan Wonosari,” ujarnya.(Pur/C-4)

Read previous post:
Warga Tak Disiplin, Masa Tanggap Darurat Perlu Diperpanjang

YOGYA (MERAPI)-DPRD DIY memberi masukan kepada Pemda DIY agar memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 yang akan berakhir Jumat (29/5) mendatang.

Close