RUGIKAN PENGUSAHA PENGAWET KULIT- Ambil Sisa Daging Menempel, Diadili

Jaksa Affif Panjiwilogo SH. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Jaksa Affif Panjiwilogo SH. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Seorang karyawan pengawet kulit sapi, DS warga Pleret Bantul mulai diajukan dalam sidang teleconference yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (19/5). Terdakwa didakwa telah mencuri daging sapi milik juragannya sendiri atau saksi korban Benni dengan cara menguliti pada kulit sapi yang hendak diawetkan.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Affif Panjiwilogo SH diketahui, terdakwa pada Selasa 11 Maret 2020 pukul 04.00 terdakwa pergi dari rumah menuju tempat kerja. Setelah kurang lebih 5 menit perjalanan, terdakwa sampai di tempat kerja di gudang milik saksi korban Benni di Dusun Tegalrejo Bawuran Pleret Bantul.

Setelah itu terdakwa masuk gudang dengan membuka pintu pagar dengan anak kunci yang terdakwa ambil dari tempat penyimpanan di loster pagar bumi. Sambil menunggu kulit yang diambil dari Boyolali belum datang, saat itu terdakwa bekerja sendiri melipati kulit yang sudah digarami sebelumnya.
Setelah terdakwa menunggu kulit sapi, tidak beberapa lama kulit sapi yang diambil oleh saksi korban dengan ditemani saksi Rismantoro. Setelah itu terdakwa ikut menurunkan dan menghitung kulit yang di turunkan dari mobil sekitar 20 lembar.

Setelah kulit selesai diturunkan dari mobil oleh terdakwa, kemudian satu persatu disusun dengan cara dibuka sebelum dilakukan penggaraman. Namun saat itu sebelum digarami, kulit sapi ada terdapat daging sisa, lalu diseset oleh terdakwa mengguakan pisau.

Sisa daging yang nempel kemudian dikumpulkan dan dijual kepada pedagang daging Joko Pitoyo mencapai 75 kg. Selama ini dalam melakukan perbuatannya tersebut terdakwa tidak minta izin atau tidak sepengetahuan saksi korban sebagai pemilik kulit.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami kerugian kurangnya berat timbangan sekitar 75 kg. Bila harga daging sapi tersebut sebesar Rp 35 ribu per kilogram maka kerugian saksi korban mencapai Rp 2,625 juta. Perbuatan terdakwa dijerat dengan pasal 362 KUHP. (C-5)

 

Read previous post:
Sengkarut Iuran BPJS

DI tengah serangan wabah corona , pemerintah membuat keputusan tidak populer dan membebani rakyat yang sedang dirundung kesusahan, yakni dengan

Close