Berburu Durian Terakhir Musim 2020 dari Jrahi

Wakil bupati Pati, H Saiful Arifin menujukkan buah durian yang terakhir di musim 2020. (Foto: Alwi Alaydrus).
Wakil bupati Pati, H Saiful Arifin menujukkan buah durian yang terakhir di musim 2020. (Foto: Alwi Alaydrus).

PATI (MERAPI) – Tidak banyak pimpinan daerah yang sampai mengetahui buah durian yang terakhir pada musim 2020. Tetapi itulah kelebihan sosok wakil Bupati Pati, H Saiful Arifin SE.

“Ini merupakan buah durian terakhir pada musim 2020. Pesannya sudah sangat lama” ujarnya sambil menunjukkan hasil perburuannya mengenai durian super dari desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Minggu (17/5) malam.

Buah yang biasa disebut durian Jrahi tersebut, rasanya memang sangat enak, pulen dan manis. Tak ayal, memaksa harganya juga cukup mahal.

Durian yang menjadi buah terakhir pada musim 2020 dari desa Jrahi tersebut, tumbuh di dukuh Nglorah desa Jrahi. Umur pohonnya, disebut-sebut sudah mencapai 2,5 abad. Setiap musimnya, bisa menghasilkan uang Rp 40 sampai Rp 50 juta.

Menurut Saiful Arifin, desa Jrahi kecamatan Gunungwungkal bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata buah. “Tanahnya sangat subur. Segala tanaman buah bisa tumbuh” ujarnya.

Mengingat umur pohon durian yang legendaris di Jrahi sudah sangat tua, maka perlu upaya penyelamatan plasma nutfah. Bisa melalui pemuliaan tanaman, bahkan pengusulan sebagai varietas unggul, seperti jeruk Pamelo di Gembong, dan jambu Lumut Kayen. (Cuk).

 

Read previous post:
KONI DIY Kembali Mengingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan Bagi Atlet

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Pandemi covid-19 atau virus corona yang melanda Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga saat ini

Close