Karyawan PT Tyfountex Tuntut Gaji dan THR, Pemkab Sukoharjo Bantu Paket Sembako

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menemui aspirasi dan memberi bantuan sembako pada karyawan PT Tyfountex. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menemui aspirasi dan memberi bantuan sembako pada karyawan PT Tyfountex. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Karyawan PT Tyfountex, Gumpang, Kartasura menuntut hak mereka berupa gaji, tunjangan hari raya (THR) dan pesangon yang belum dibayar pihak perusahaan. Para karyawan meminta bantuan kepada Pemkab dan DPRD Sukoharjo untuk mendesak perusahaan membayar kewajibannya mengingat kondisi sekarang memprihatinkan terdampak penyebaran virus corona. Atas masalah tersebut Pemkab Sukoharjo membantu menengahi masalah dibahas di tripartit. Bantuan lain diberikan Pemkab Sukoharjo pada para karyawan berupa paket sembako.

Juru bicara karyawan sekaligus Ketua KSPN PT Tyfountex Aris Setyono, Senin (18/5) mengatakan, masalah yang dihadapi karyawan PT Tyfountex, Gumpang, Kartasura sejak lama sudah sangat banyak dan belum terselesaikan hingga sekarang. Salah satu masalah terbaru yang dihadapi karyawan aktif yakni berkaitan dengan gaji bulan April dan THR. Karyawan sudah menyampaikan masalah ke pihak manajemen perusahaan. Pembahasan juga sudah digelar dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Namun masalah tersebut tidak kunjung menemui titik penyelesaian.

Atas kondisi tersebut membuat karyawan geram dan meminta bantuan pada Pemkab dan DPRD Sukoharjo. Karyawan mendatangi kantor Pemkab Sukoharjo dan DPRD Sukoharjo berharap tuntutan gaji bisa segera terselesaikan.

“Karyawan ditengah kondisi pandemi virus corona seperti sekarang dirasakan sangat memprihatinkan bagi karyawan PT Tyfountex. Usaha sudah kami lakukan dan belum berhasil. Kami meminta bantuan pada Pemkab Sukoharjo khususnya bapak bupati dan DPRD Sukoharjo agar hak kami berupa gaji, THR dan pesangon segera diberikan manajemen perusahaan,” ujarnya.

Aris menjelaskan, total ada sekitar 3.000 orang karyawan PT Tyfountex belum menerima hak dari perusahaan. Rinciaanya, sebanyak 1.000 orang karyawan aktif belum menerima gaji bulan April. Selain itu juga THR karena sebentar lagi Lebaran. Diluar itu masih ada 2.000 orang karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dirumahkan dan tenaga kerja kontrak belum menerima gaji, pesangon, THR dan hak lainnya.

Para karyawan aktif menuntut pembayaran gaji bulan April dimana sebelumnya akan diberikan pada akhir April. Namun rencana tersebut belum terlaksana. Pihak manajemen perusahaan menunda pada 4 Mei kemudian mundur 13 Mei dan terakhir 18 Mei. Hingga hari yang ditentukan karyawan belum menerima hak berupa gaji.

Karyawan semakin menuntut PT Tyfountex terkait pembayaran THR sebagai hak. Tuntutan THR juga sudah disampaikan pihak karyawan kepada manajemen perusahaan.

“Termasuk soal THR sudah kami sampaikan ke manajemen perusahaan namun belum ada kepastian seperti halnya gaji. Karyawan jelas semakin resah. Karena itu harapan kami Pemkab Sukoharjo dan DPRD Sukoharjo segera membantu mendesak manajemen perusahaan segera membayarkan gaji, THR dan pesangon yang jadi hak karyawan aktif, terkena PHK dan dirumahkan,” lanjutnya.

Sekretaris KSPN PT Tyfountex, Gumpang, Kartasura Sumarno mengatakan, saat ini ribuan karyawan PT Tyfountex merasa berat karena menjelang Lebaran gaji belum dibayarkan. Karyawan pun terpaksa menggelar aksi di perusahaan dan rencana hari ini ke Pemkab dan DPRD. Namun, karena situasi pandemi virus corona, akhirnya hanya perwakilan saja yang datang. Sedangkan ribuan lainnya menunggu di perusahaan.

Sumarno berharap DPRD dapat segera memperjuangkan hak-hak karyawan karena selama ini janji dari manajemen selalu diingkari. Dalam setahun ini gaji karyawan juga selalu mundur. Puncaknya gaji bulan April yang belum dibayar. Saat ini karyawan bingung karena menjelang Lebaran tapi gaji dan THR belum dibayarkan.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, pada prinsipnya Pemkab Sukoharjo menerima aspirasi para karyawan PT Tyfountex. Keluhan berkaitan dengan gaji, THR dan lainnya akan disampaikan dan dilakukan pembahasan ditingkat tripartit.

“Dirapatkan dulu di tripartit setelah itu hasilnya baru disampaikan dalam bentuk surat resmi ke PT Tyfountex. Teknisnya seperti itu jadi tidak bisa langsung minta manejemen perusahaan membayar. Kami minta karyawan bersabar dulu,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, terkait keluhan para karyawan mengalami kesulitan karena terdampak penyebaran virus corona sehingga sulit mendapat makan, maka Pemkab Sukoharjo langsung merespon dengan memberikan bantuan berupa paket sembako berisi beras, minyak goreng dan kecap.

Total ada 3.352 orang karyawan PT Tyfountex baik dengan status aktif, terkena PHK dan dirumahkan akan mendapat bantuan paket sembako. Bantuan direncanakan diberikan selama tiga bulan terhitung Mei, Juni dan Juli.

Bantuan paket sembako diharapkan dapat membantu para karyawan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sebab kebutuhan pangan sudah dipenuhi dan dijamin Pemkab Sukoharjo.

“Bantuan paket sembako kami berikan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Pemkab Sukoharjo pada karyawan PT Tyfountex yang sedang bermasalah sekarang. Sedangkan persoalan gaji, THR dan lain juga akan langsung kami proses melalui tripartit,” lanjutnya.

Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi mengatakan, DPRD Sukoharjo menerima aspirasi dari para karyawan PT Tyfountex dan nanti akan dikomunikasikan dengan instansi terkait. Selanjutnya akan dikomunikasikan untuk mengambil langkah dalam menyelesaikan masalah.

“Tentunya, setelah ini dinas terkait akan melakukan langkah-langkah terkait apa yang sudah disepakati bersama Bupati,” ujarnya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Suharno mengatakan, sudah dilakukan pertemuan antara karyawan dengan manajemen PT Tyfountex dan disaksikan sejumlah pihak. Namun dalam pertemuan tidak menghasilkan apapun.

“Belum ada keputusan dan soal tuntutan gaji belum jelas kapan dibayarkan,” ujarnya.

Suharno menjelaskan, gaji yang dituntut karyawan yakni bulan April karena belum dibayar hingga 13 Mei ini. Pembayaran direncanakan akan dilakukan PT Tyfountex pada 18 Mei mendatang.

“Karyawan aktif ini menuntut gaji segera dibayarkan dan menunggu hingga 18 Mei nanti. Sedangkan karyawan terkena PHK dan dirumahkan juga mereka masih meminta penyelesaian masalah sebelumnya,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
TANGKAP PELAKU DENGAN CEPAT, RESERSE TERIMA PENGHARGAAN-Tagih Tarif Kencan, PSK Dibunuh di Hotel

SLEMAN (MERAPI)-Puluhan Anggota Reskrim dan Satnarkoba Polres Sleman mendapat penghargaan oleh Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, di Aula Polres Sleman,

Close