Pemkab Bantul Gerak Cepat Salurkan Bantuan Sosial Hingga Siapkan Skema Hadapi Covid-19

MERAPI-ISTIMEWA Penyaluran BLT-DD kepada masyarakat.
MERAPI-ISTIMEWA
Penyaluran BLT-DD kepada masyarakat.

BANTUL (MERAPI)- Pemerintah Kabupaten Bantul terus berupaya bersama masyarakat melawan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Berbagai skema penanggulangan pun dilakukan mulai dari penyaluran bantuan hingga membuat skema perayaan Idulfitri dalam beberapa hari kedepan. Setidaknya penyaluran bantuan sudah dimulai, salah satunya adalah bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD). Bantuan tersebut sudah didistribusikan secara serentak di 75 desa.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Kekuarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) Bantul, Sri Nuryanti mengatakan penyaluran BLT-DD sudah dilakukan dengan dua metode, yakni tunai dan melalui nontunai. Dari 75 desa di wilayahnya, lima desa diantaranya menyalurkan BLT-DD dengan nontunai yakni Desa Panggungharjo, Desa Guwosari, Wirokerten, Ngestiharjo, dan Sriharjo. Sementara sisanya menyalurkan bantuan secara tunai langsung kepada penerima. “Setiap penerima sebesar Rp 600.000 perbulan yang diberikan selama tiga bulan,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah penerima BLT-DD di Bantul melalui nontunai sebanyak 1.281 kepala keluarga. Sedangkan sebanyak 17.262 kepala keluarga menerima BLT-DD secara tunai. Sejauh ini besaran jumlah total alokasi BLT-DD di tiap desa tidak sama tergantung banyak sedikitnya jumlah penerima. Seusai regulasi, pemerintah desa dapat mengalokasikan BLT-DD paling banyak 35 persen dari total dana desa. Namun ada pula sejumlah desa yang menganggarkan BLT-DD tidak lebih dari 30 persen lantaran jumlah calon penerima tidak banyak. “Ada salah satu desa yang menganggarkan hanya 26 persen, karena data penerima tidak sebanyak desa yang lain,” terangnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan di wilayahnya total dana desa yang dialokasikan untuk BLT-DD mencapai Rp 33 miliar. Sementara data penerima bantuan tersebut bersumber dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang dirilis oleh Kementrian Sosial RI. Akantetapi data itu bisa direvisi jika menurut Pemdes terdapat kerancuan. Jika dinilai beberapa data tidak berhak menerima atau tidak sesuai maka pemdes dapat merevisi. “Mungkin ada yang masuk data tapi belum mendapat akses,” ujarnya.

Sejauh ini dikatakan Helmi, revisi data melalui mekanisme verifikasi yang dilakukan oleh pemdes. Pemdes akan menggelar musyawarah desa khusus (Musdessus) dan memastikan calon penerima BLT-DD ini benar-benar layak tepat sasaran. Sehingga pihaknya memastikan jika jumlah penerima lebih sedikit dibandingkan dengan data yang dikirim Kementrian Sosial RI. “Di Musdessus itu kemudian diperbaiki datanya,” imbuh Helmi.

MERAPI-ISTIMEWA Bupati Bantul tinjau langsung penyaluran bantuan.
MERAPI-ISTIMEWA
Bupati Bantul tinjau langsung penyaluran bantuan.

Sementara itu, Bupati Bantul, Suharsono mengharap masyarakat dapat menggunakan bantuan tersebut secara efektif. Sehingga dapat dioptimalkan untuk menunjang kondisi ekonomi warga di tengah pandemi. Bahkan dia menyarankan agar masyarakat dapat berbelanja di warung sekitar tempat tinggalnya. Sehingga secara tidak langsung dapat membantu orang-orang sekitar. “Kalau begitu nanti tetangga kita juga bisa merasakan manfaatnya,” imbuhnya.

Suharsono menambahkan, penerima BLT-DD merupakan yang tidak tersentuh bantuan lainnya. Baik warga yang tidak tersentuh peogram keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), atau program pemerintah lainnya yang ditujukan untuk keluarga kurang mampu. Dikatakanny Pemkab Bantul sudah menyiapkan beberapa alternatif bentuk bantuan dari sumber lainnya. “Kita berupaya terus, semua pihak merasakan dampaknya jadi harus tetap gotong royong dan bekerjasama,” harapnya.

Senada, Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu penanganan bencana Covid-19 di Bantul. Sesuai kadakter masyarakat Bantul, kondisi ini telah meningkatkan kepedulian sosial dari berbagai kalangan. Sejauh ini Pemkab Bantul sudah sangat terbantu dengan keterlibatan kelompok, komunitas, atau instansi yang telah berinisiatif membantu sesama dengan berbagai program. “Kepedulian sosial ini kita pupuk terus supaya pandemi ini dapat kita lewati secepatnya,” pungkas Abdul Halim Muslih. (C-1)

 

 

Read previous post:
2 Bulan, 200 Kasus Positif Corona di Yogya

YOGYA (MERAPI)-Tepat dua bulan sejak pertama dilaporkannya pasien pertama Covid-19 di Yogya, kasus positif corona menembus angka 200 pasien. Pada

Close