Masih Dianggap Remeh, Persi DIY Prihatinkan Pembangunan Kesehatan

Habib Anis BS saat tampil di pengajian Suluk Maleman. (Foto: Alwi Alaydrus)
Habib Anis BS saat tampil di pengajian Suluk Maleman. (Foto: Alwi Alaydrus)

PATI (MERAPI) – Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DR dr Darwito memprihatinkan mengenai diabaikannya pembangunan di bidang kesehatan. “Masalah kesehatan dianggap remeh atau tidak penting” ujarnya.

Dalam pengajian Suluk Maleman Habib Anis Sholeh Baasyin melalui streaming Sabtu malam (16/5), Darwito mengungkapkan jika banyak negara disegani karena dianggap adidaya. Dan akan menang perang lantaran kecanggihan peralatan perangnya.

“Namun jika suatu negara adidaya mau melihat dari kacamata kesehatan, maka bisa diketahui mengenai bagaimana pembangunan fasilitas kesehatannya, atau dari rendahnya angka pesakitan. Sehingga, tentu negara akan berlomba membelanjakan anggaran di kesehatan” kata dr Darwito.

“Ketika dunia menomorduakan kesehatan ternyata tidak akan siap saat menghadapi pandemic,” ujar ketum Persi DIY.

“Padahal wabah tidak hanya sekali ini terjadi, seperti saat munculnya Mers dan sejumlah kasus lainnya. Hanya saja rupanya dunia tidak pernah belajar dari pengalaman. Diapun berharap setelah pandemic nantinya dunia bisa belajar dari kasus Covid-19 ini.
Seperti memakai masker, yang sebenarnya bisa membuat terhindar dari terserang TBC, flu maupun penyakit lain. “Tapi kita baru sadar pentingya masker baru saat ada pandemic Covid. Semoga nantinya kebiasaan hidup bersih, mengkonsumi makanan bergizi dan berolahraga bisa menjadi kebiasaan,” ucap Dr Darwinto.

Sedang Habib Anis BS mendorong perlunya pengembangan di bidang kesehatan, khususnya di dunia farmasi berdasarkan apa yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Bangsa ini memiliki lokal wisdom jamu yang cukup baik. Namun karena minimnya penelitian sehingga agak terpinggirkan. Jika itu bisa dikembangkan tentu bisa mengurangi ketergantungan pada dunia. Seperti empon-empon yang justru dipercaya meningkatkan imun melawan Covid19,” terangnya.

Sementara itu, Sabrang Damar Panuluh atau Noe Letto dan Sujiwo Tedjo dalam pengajian Suluk Maleman Anis BS, keduanya memiliki sudut pandang yang unik. Bahwa kasus covid19 bisa menjadi pintu masuk kembali ke lokal wisdom.

Presiden Jancukers mengajak dimasa pandemic untuk melakukan revolusi mental, dengan tidak hanya berfikir diri sendiri. Serta juga bergerak untuk membeli yang memang sesuai kebutuhan bukan keinginan. ( Cuk ).

 

Read previous post:
Tewas Gantung Diri di Pojok Rumah

SALATIGA (MERAPI)- Mawardi (89) warga RT 02 Dukug Gunungsari, Kelurahan Sidorejo Kidul ditemukan tewas gantung diri si pojok rumahnya, Minggu

Close