Cicilan Motor Macet, Nekat Bunuh Diri

KALASAN (MERAPI)- Seorang pemuda berinisial E (28) warga Selomartani, Kalasan, Sleman, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dekat rumahnya, Sabtu (16/5) pagi. Diduga, aksi nekat tersebut dilakukan karena faktor ekonomi. Dia tak kuat membayar cicilan motor lantaran terpuruknya kondisi ekonomi akibat pandemi corona.
“Dari keterangan sejumlah warga, korban ini tak kuat membayar cicilan kendaraan bermotor, sehingga nekat gantung diri,” ujar Kapolsek Kalasan Kompol Iman Santoso melalui Kanit Reskrim Iptu Purwanto kepada wartawan, Minggu (17/5).
Dia menambahkan, tragisnya, lelaki ini nekat mengakhiri hidupnya dengan meninggalakan istri yang tengah hamil lima bulan. Sontak kejadian itu menggegerkan warga setempat. “Selama ini korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan pendiam,” ucapnya.

Dikatakan Iptu Purwanto, korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya. Sabtu pagi, saksi hendak memasukkan burung merpati di kandang sapi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itulah saksi melihat korban sudah menggantung menggunakan seutas tali tambang yang diikatkan pada usuk bambu. Melihat kejadian itu, saksi kemudian berteriak minta tolong dan teriakan didengar warga lain yang langsung berdatangan.
“Warga yang berkumpul di lokasi lantas melakukan evakuasi terhadap korban. Namun naas nyawanya tidak berhasil tertolong,” katanya.
Setelah korban berhasil dievakusi, warga menghubungi petugas Polsek dan diteruskan ke Puskesmas Kalasan. Mendapat laporan itu, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

Kemudian jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Iptu Purwanto menambahkan, sebelum ditemukan bunuh diri, ada saksi yang melihat korban duduk-duduk di depan kandang sapi sekitar pukul 07.30 WIB. Selanjutnya korban masuk dalam rumah untuk memasak mie rebus. Terkait motifnya, dia menduga karena cicilan motornya tersendat. (Shn)

Read previous post:
RAPID TEST MASSAL DI GUNUNGKIDUL-Ratusan Orang Reaktif, 30 Tenaga Kesehatan

WONOSARI (MERAPI)– Hasil raktif di Gunungkidul melonjak jadi 150 orang usai digelar rapid test massal, Minggu (17/5). Dari jumlah tersebut

Close