Pemkot Yogya Gelar Rapid Test Acak Usai Lebaran

UMBULHARJO (MERAPI)- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan mengadakan Rapid Diagnostic Test (RDT) tes cepat Covid-19, secara acak di tempat-tempat publik usai Lebaran. Sasaran pertama rapid test acak adalah pasar tradisional. Namun rapid test acak itu bersifat sampling, sehingga tidak menyasar semua pasar tradisional.
“Sasaran pertama rapid test acak adalah pasar tradisional. Tidak semua pasar, hanya di beberapa pasar tradisional,” kata Ketua Gugus Tugas Harian Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi kepada wartawan, Jumat (15/5).
Dia menyatakan rapid test acak itu bertujuan melihat sebaran virus corona di tempat-tempat publik seperti pasar, kafe, restoran dan tempat-tempat yang menjadi pertemuan kerumunan masyarakat. Pihaknya belum dapat memastikan jumlah sasaran rapid test acak. Namun dia memastikan tidak semua pengunjung atau orang di tempat publik seperti pasar dan kafe harus mengikuti rapid test acak itu.

“Kami acak. Tidak seluruh pengunjung. Hanya sebagian pengunjug di tempat publik yang nantinya mengikuti rapid test acak,” ujarnya.
Menurutnya rapid test acak juga untuk memastikan ada tidaknya trasnmisi lokal dan mempercepat isolasi terhadap orang yang terpapar Covid-19. Mengingat dari klaster Indogrosir di Kota Yogya hanya 6 yang reaktif hasil rapid test massal di puskesmas. Oleh sebab itu diasumsikan Kota Yogya belum banyak sebaran transmisi lokal.
“Untuk meyakinkan itu makanya kami cek dengan rapid test acak di tempat-tempat publik sehinga betul-betul ada adat kondisi riil sebaran Covid-29 di Yogya pada penghujung Mei. Kalau nanti rapid test acak mendapati sedikit atau tidak ada sama sekali artinya memang kami berasumsi Yogya belum banyak sebaran transmisi lokal,” jelas Heroe.
Namun apabila hasil rapid test acak banyak ditemukan banyak yang reaktif dan cenderung positif, lanjutnya, berati masyarakat harus lebih waspada dan meningkatkan kedisplinan sosial dan protokol corona lebih ketat serta lebih tegas. Untuk pelaksanaan rapid test acak, pihkanya masih berkoordinasi dengan tim Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Pasalnya tim itu masih harus melayani rapid test dari warga Yogya yang mengunjungi Indogrosir tapi belum mengikuti tes sebelumnya.
“Target kami secepatnya. Kami masih ada stok rapid test. Itu juga sebagian akan dipakai untuk rapid test tahap kedua warga Yogya pengunjung Indogrosir yang tidak reaktif pada tes pertama,” ucap Wakil Walikota Yogyakarta itu.
Secara terpisah Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya mengatakan sudah menyiapkan sumber daya manusia dan sarana untuk melaksanakan rapid test acak di tempat-tempat publik. Dia menyebut sudah menyiapkan sekitar 3.000 rapid test kit untuk mendukung rapid test acak itu. “Rencana rapid tes acak, habis lebaran,” imbuh Tri Mardaya.(Tri)

Read previous post:
Warga Sulit Disiplin, Sultan Isyaratkan PSBB

YOGYA (MERAPI)- Lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 di Yogyakarta dalam beberapa hari membuat Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mulai

Close